Efektivitas Pendekatan Deep Learning dengan Media Literasi Digital dalam Pembelajaran Menulis Teks Berita Siswa Sma Negeri 1 Singosari
Abstract
Kemampuan peserta didik pada pembelajaran Bahasa Indonesia dalam pembelajaran menulis teks berita masih belum inovatif dan kreatif dalam segi penulisannya. Hal tersebut disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih cenderung berpusat pada guru, kurang mendorong keterlibatan aktif siswa serta belum mengoptimalkan pemanfaatan teknologi di era digital. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu menggunakan pendekatan yang mendorong pemahaman mendalam dengan pemanfaatan teknologi. Dengan adanya masalah ini pendekatan deep learning dengan memanfaatkan media literasi digital penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Singosari. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) kemampuan menulis teks berita pada kelas eksperimen yang menggunakan pendekatan deep learning dengan media literasi digital, (2) kemampuan menulis teks berita pada kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional, dan (3) efektivitas perbedaan hasil kedua kelompok tersebut.
Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental berupa Non-Equivalent Control Group Design, penelitian ini melibatkan dua kelompok sampel yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis teks berita dalam bentuk pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan inferensial, meliputi uji normalitas, homogenitas, paired sample t-test, independent sample t-test, serta analisis N-Gain.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa pada rumusan masalah pertama, kemampuan menulis teks berita pada kelas eksperimen berada pada kategori lebih baik dibandingkan sebelum perlakuan, dengan hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor awal dan akhir. Pada rumusan masalah kedua, kemampuan menulis teks berita pada kelas kontrol menunjukkan perubahan yang relatif terbatas dan tidak sekuat kelas eksperimen. Selanjutnya, pada rumusan masalah ketiga, hasil uji independent sample t-test memperlihatkan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah perlakuan diberikan. Analisis N-Gain pada kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata sebesar 0,3137 (31,37%) yang berada pada kategori sedang, sehingga menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan berada pada tingkat efektivitas moderat, sedangkan pembelajaran konvensional berada pada kategori kurang efektif.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan deep learning dengan media literasi digital tergolong efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam pembelajaran menulis teks berita siswa SMA Negeri 1 Singosari, meskipun tingkat efektivitasnya berada pada kategori sedang dan belum mencapai tingkat tinggi. Hasil ini menegaskan bahwa penggunaan pendekatan Deep learning dengan media literasi digital memberikan kontribusi yang lebih optimal dibandingkan pendekatan konvensional, namun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut untuk mencapai efektivitas maksimal.
