Peran Sekolah Dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Di Mtsn Kota Batu
Abstract
Di era globalisasi, karakter religius siswa mengalami penurunan akibat pengaruh negatif media sosial, lingkungan, dan kurangnya pembinaan nilai spiritual. Hal ini berdampak pada merosotnya akhlak dan kepatuhan terhadap ajaran agama. Sekolah sebagai pusat pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai religius. MTsN Kota Batu telah mengimplementasikan program pembiasaan keagamaan secara sistematis untuk menghadapi tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran sekolah dan guru dalam membentuk karakter religius siswa serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (Field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala madrasah yang membidangi kurikulum dan kesiswaan, serta guru Pendidikan Agama Islam. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah berperan dalam membentuk karakter religius siswa melalui program-program seperti shalat berjamaah, tahfidz, istighosah, dan budaya 5S. Guru berfungsi sebagai teladan dan pembimbing dalam proses ini. Faktor-faktor yang mendukung pembentukan karakter religius meliputi lingkungan yang religius, komitmen pendidik, dan sarana keagamaan yang memadai, sedangkan faktor penghambatnya adalah pengaruh negatif dari lingkungan luar dan rendahnya kesadaran sebagian siswa terhadap nilai-nilai religius.
