Pengaruh Fatherless (Ketikhadiran Figur Ayah) Terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa Kelas x Sma Negeri 7 Malang
Abstract
Penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya jumlah remaja yang mengalami fatherless, yaitu kondisi ketidakhadiran figur ayah secara fisik maupun emosional dalam kehidupan sehari-hari. Ketidakhadiran ayah dapat berdampak pada pembentukan nilai-nilai spiritual, pembiasaan religius, dan penghayatan keagamaan siswa yang dalam konteks pendidikan agama islam merupakan bagian penting dari kecerdasan spiritual. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakan terdapat pengaruh fatherless terhadap kecerdasan spiritual siswa, serta untuk mengetahui kategori kecerdasan spiritual siswa fatherless dan non-fatherless.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas X SMA Negeri 7 Malang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling, dengan penentuan jumlah sampel berdasarkan rumus Slovin. Sampel kemudian dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu siswa yang mengalami fatherless dan siswa yang memiliki ayah yang hadir aktif. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang disusun berdasarkan indikator fatherless menurut Hart dan indikator kecerdasan spiritual dari Danah Zohar dan Ian Marshall. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji regresi linear sederhana, analisis kategorisasi, dan uji Mann-Whitney U sebagai analisis tambahan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara fatherless terhadap kecerdasan spiritual siswa, di mana semakin tinggi tingkat fatherless yang dialami siswa, maka semakin rendah pula tingkat kecerdasan spiritualnya. Selain itu, analisis kategorisasi dan uji Mann-Whitney U juga menunjukkan bahwa siswa yang memiliki ayah yang hadir secara aktif cenderung berada pada kategori kecerdasan spiritual tinggi, sedangkan siswa yang mengalami fatherless menunjukkan variasi kategori yang lebih beragam. Temuan ini mengindikasikan bahwa kehadiran figur ayah memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan kecerdasan spiritual siswa.
