Penerapan Budaya Religius Dalam Membentuk Karakter Siswa Smp Islam Ma’Arif 02 Malang
Abstract
Pendidikan bukan hanya sekedar wadah untuk menjembatani ilmu pengetahuan, melainkan mempunyai tujuan sebagai sarana pembentukan karakter peserta didik. Tantangan globalisasi dan kemajuan zaman membuat sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai keislaman yang dapat membemtuk karakter siswa secara utuh, melihat pentingnya karakter dalam diri peserta didik. Salah satu bentuk usaha yang dilakukan oleh SMP Islam Ma’arif 02 Malangadalah melalui penerapan budaya religius yang diharapkan dapat menjadi strategi dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai islam.
Fokus dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana bentuk-bentuk budaya religius dalam membentuk karakter siswa di SMP Islam Ma’arif 02 Malang, (2) Bagaimana strategi pelaksanaan budaya religius dalam membentuk karakter siswa di SMP Islam Ma’arif 02 Malang, (3) Bagaimana hasil penerapan budaya religius dalam membentuk karakter siswa di SMP Islam Ma’arif 02 Kota Malang. Tujuan penelitian ini mengetahui lebih dalam dan mendeskripsikan bentuk-bentuk, pelaksanaan serta hasil penerapan budaya religius dalam membentuk karakter siswa di SMP Islam Ma’arif 02 Malang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles Huberman dan Saldana yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi sumber dan Teknik digunakan untuk menjamin keabsahan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk budaya religius di SMP Islam Ma’arif 02 Malang meliputi: sholat berjama’ah dzuhur, pembiasaan 3S (senyum, sapa, salam), tahlil dan istighosah, serta kegiatan Khotmil Qur’an. Strategi pelaksanaan budaya religius dilakukan secara konsisten melalui keteladanan, pembiasaan, internalisasi nilai, dan penciptaan suasana religius. Hasil penerapan budaya religius terbukti dengan terbentuknya karakter disiplin dari budaya sholat berjam’ah, sopan santun dari budaya pembiasaan 3S, rendah hati dari budaya tahlil dan istighosah, dan tanggung jawab dari budaya khotmil Qur’an, semua budaya membentuk karakter sesuai dengan indikatornya.
