Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Melalui Kegiatan Pembiasaan Ibadah Pagi (Pip) Di Mts Raudlatul Ulum Karangploso Malang
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam di kalangan siswa, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan pengaruh budaya luar yang dapat mengikis nilai-nilai moral dan religius. Kegiatan Pembiasaan Ibadah Pagi (PIP) di MTs Raudlatul Ulum Karangploso diharapkan dapat menjadi solusi dalam membentuk karakter religius peserta didik melalui rutinitas ibadah yang konsisten.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan agama Islam yang diinternalisasikan melalui kegiatan Pembiasaan Ibadah Pagi (PIP), menganalisis proses internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam melalui kegiatan Pembiasaan Ibadah Pagi (PIP), serta mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat dalam proses internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam melalui kegiatan Pembiasaan Ibadah Pagi (PIP) di MTs Raudlatul Ulum Karangploso Malang.
Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di MTs Raudlatul Ulum Karangploso dengan subjek penelitian meliputi waka kurikulum, waka kesiswaan, guru PAI, dan peserta didik. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai agama seperti keimanan, kedisiplinan dalam ibadah, dan akhlak mulia berhasil ditanamkan melalui kegiatan Pembiasaan Ibadah Pagi (PIP) yang meliputi shalat Dhuha berjamaah, tilawah Al-Qur’an, doa bersama, dan amalan harian lainnya. Proses internalisasi dilakukan melalui tiga tahapan yaitu penyampaian dan pengarahan oleh guru dalam kegiatan Pembiasaan Ibadah Pagi (PIP), interaksi aktif antara guru dan siswa selama kegiatan Pembiasaan Ibadah Pagi (PIP), dan pembentukan nilai Pembiasaan Ibadah Pagi (PIP) dalam kepribadian siswa. Metode yang digunakan dalam proses internalisasi meliputi pembiasaan, keteladanan, nasihat dan motivasi, serta hukuman. Faktor pendukung utama adalah dukungan penuh dari guru dan pendidik, ketersediaan sarana dan prasarana, keterlibatan aktif orang tua, serta antusiasme dan motivasi siswa, sedangkan faktor penghambatnya meliputi tidak adanya mushola, kurangnya kedisiplinan sebagian siswa, latar belakang keluarga siswa yang kurang mendukung, serta pengaruh negatif perkembangan teknologi.
