Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Smp Negeri 1 Karangploso Malang
Abstract
Berdasarkan observasi awal, SMP Negeri 1 Karangploso memiliki peserta didik yang beragam, baik dalam keragaman bahasa, budaya, kondisi sosial ekonomi, maupun keyakinan. Dalam perbedaan keyakinan mayoritas peserta didik dan guru menganut agama Islam dan minoritas menganut agama kristen. Hal tersebut dapat memicu konflik seperti, intoleransi, diksriminasi, ketegangan sosial, bahkan perundungan (bullying) jika guru dan lembaga sekolah tidak mengolah keberagaman tersebut dengan baik. Dari fenomena tersebut peneliti melihat bahwa keadaan lingkungan sekolah SMP Negeri 1 Karangploso menggambarkan suasana yang aman dan harmonis. Fenomena tersebut tentu di latar belakangi oleh upaya guru dan lembaga sekolah untuk membangun sebuah lingkungan yang aman dan harmonis bagi peserta didik. Salah satunya dengan cara menginternalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Karangploso.
Dari paparan data diatas, maka peneliti merumuskan masalah apa saja nilai-nilai moderasi beragama yang diinternalisasikan kepada peserta didik, bagaimana proses dalam internalisasi nilai-nilai moderasi beragama, dan tantangan apa saja yang di hadapi guru dalam menginternalisasi nilai-nilai moderasi beragama kepada peserta didik. Tujuan penelitian in adalah untuk mendeskripsikan nilai moderasi beragama yang diinternalisasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, menganalisis proses internalisasi nilai moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, dan menginterpretasi terhadap tantangan dalam pelaksanaan internalisasi nilai moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data melaui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman & Saldana (2014) melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian yang ditemukan adalah nilai-nilai moderasi beragama yang diinternalisasikan yaitu nilai toleransi (tasamuh) dan anti-kekerasan. Nilai-nilai tersebut diinternalisasikan dengan menggunakan beberapa metode diantaranya, pembelajaran di dalam kelas, menciptakan pergaulan yang baik, keteladanan guru, dan kegiatan pembinaan sikap dan karakter peserta didik. Tantangan yang di hadapi guru dalam menginternalisasi nilai moderasi beragama diantaranya, penyederhanaan konsep moderasi beragama, menjaga keseimbangan antara sikap terbuka terhadap perbedaan dan keteguhan dalam akidah Islam, dan tantangan lembaga.
