Implementasi Pembelajaran Aqidah Akhlak Dalam Pembentukan Perilaku Islami Siswa Di Mts Wahid Hasyim 02 Malang
Abstract
Penelitian ini meneliti Implementasi Pembelajaran Akidah Akhlak dalam Pembentukan Perilaku Islami Siswa di MTs Wahid Hasyim 02 Malang. Berangkat dari sebuah latar belakang di mana dalam pendidikan agama islam, mata pelajaran Akidah Akhlak memiliki posisi yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai etika dan membentuk perilaku islami siswa. Peran guru Akidah Akhlak tidak terbatas pada penyampaian materi semata, melainkan juga sebagai pembimbing yang menuntun siswa untuk memahami, menghayati, dan mengimplementasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan perencanaan guru akidah akhlak dalam membentuk perilaku islami siswa di MTs Wahid Hasyim 02 Malang, (2) menganalisis pelaksanaan guru akidah akhlak dalam membentuk perilaku islami siswa di MTs Wahid Hasyim 02 Malang, (3) mendeskripsikan hasil yang diperoleh guru akidah akhlak dalam membentuk perilaku islami siswa di MTs Wahid Hasyim 02 Malang.
Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam menganalisis data menggunakan teori Miles dan Hubberman yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi data.
Hasil penelitian yang didapatkan dari fokus penelitian ini adalah program pembiasaan ubudiyah sunnah yang dilaksanakan rutin setiap pagi serta pembinaan akhlak yang penting dalam membentuk perilaku keislaman siswa. Pelaksanaan ibadah secara konsisten melatih siswa untuk lebih disiplin, terutama dalam hal manajemen waktu. Kebiasaan ini mendorong siswa untuk hadir di sekolah tepat waktu, melaksanakan ibadah dengan teratur, dan menunjukkan sikap tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, pembiasaan perilaku seperti mengucapkan salam, berjabat tangan dengan guru, serta berbicara dengan bahasa yang sopan mencerminkan keberhasilan sekolah dalam menanamkan sikap hormat dan rendah hati.
