Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia Responsif Budaya Berbasis Lingkungan pada Materi Teks Rekon di Kelas IX SMP Negeri 3 Dongko Trenggalek
Abstract
Pembelajaran Bahasa Indonesia berperan penting dalam membentuk peserta didik yang berbudaya, berkarakter, dan memiliki kesadaran identitas bangsa. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran kontekstual yang didukung bahan ajar berkualitas agar tujuan pembelajaran tercapai secara optimal. Kurangnya bahan ajar yang sesuai dengan lingkungan sosial dan budaya siswa dapat menurunkan minat belajar. Dengan demikian, pengembangan bahan ajar berbasis budaya dan lingkungan menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya pada materi teks rekon di kelas IX SMP Negeri 3 Dongko Trenggalek.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar teks rekon berbasis budaya lokal guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan pemahaman siswa kelas IX SMP. Penelitian ini juga bertujuan menganalisis kebutuhan bahan ajar Bahasa Indonesia yang responsif budaya dan berbasis lingkungan masyarakat pada materi teks rekon di kelas IX SMP sebagai dasar pengembangan bahan ajar yang relevan dengan konteks kehidupan siswa. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menguraikan hasil pengembangan bahan ajar sesuai dengan tahapan model pengembangan yang digunakan. Selanjutnya, penelitian ini mendeskripsikan hasil validasi kelayakan bahan ajar berdasarkan penilaian ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media guna menentukan kualitas serta kelayakan produk yang dikembangkan
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Reseach and develepmont (R&D) dengan model pengembangan yakni ADDIE yang dibatasi hanya sampai tahap pengembangan. Data dalam penelitian ini di dapatkan dari beberapa instrumen penelitian yaitu wawancara, angket, lembar validasi, dan penilaian produk. Teknik analisis data yang digunakan dan penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif.
Penelitian ini meliputi tahap analisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik, perancangan produk, validasi oleh ahli materi, bahasa, dan media, serta uji coba terbatas. Analisis kebutuhan dilakukan melalui wawancara dengan guru dan angket kepada 15 siswa, yang menunjukkan perlunya bahan ajar teks rekon yang lebih kontekstual, berbasis budaya lokal, serta menarik secara visual dan audiovisual sesuai karakteristik siswa yang menyukai pembelajaran praktik dan kolaboratif. Produk yang dikembangkan kemudian divalidasi dengan hasil sangat layak, yaitu 90,0% dari ahli media, 92,0% dari ahli bahasa, dan 92,0% dari ahli materi. Setelah revisi, bahan ajar dinilai oleh guru praktisi dengan persentase 92,0% (sangat layak) dan diuji pada 10 siswa dengan hasil 87,05% (sangat efektif). Temuan ini menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan valid, layak, dan efektif digunakan sebagai buku pengayaan pada materi teks rekon.
Berdasarkan hasil penelitian, pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia yang responsif terhadap budaya dan berbasis lingkungan masyarakat pada materi teks rekon di kelas IX SMP Negeri 3 Dongko Trenggalek dinyatakan valid, layak, dan efektif digunakan sebagai buku pengayaan. Hal ini dibuktikan melalui hasil validasi ahli media (90,0%), ahli bahasa (92,0%), dan ahli materi (92,0%) yang berada pada kategori sangat layak, serta penilaian guru praktisi (92,0%) dan uji coba kelompok kecil (87,05%) yang menunjukkan kategori sangat efektif. Dengan demikian, bahan ajar yang dikembangkan mampu menjawab kebutuhan pembelajaran yang lebih kontekstual, menarik, dan sesuai dengan karakteristik siswa, sehingga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia.
