Implementasi Program Angsa Sadis (Angkutan Sekolah Sahabat Disabilitas) Dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Transportasi Sekolah Di Kabupaten Nganjuk
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan aksesibilitas dan beban ekonomi
yang dihadapi oleh penyandang disabilitas dalam mengakses fasilitas transportasi
sekolah di Kabupaten Nganjuk. Sebelum adanya intervensi pemerintah, orang tua
siswa berkebutuhan khusus harus mengeluarkan biaya transportasi mandiri sebesar
Rp20.000 hingga Rp50.000 per hari, sementara transportasi umum yang ada
seringkali tidak ramah disabilitas. Studi ini bertujuan untuk menganalisis
implementasi Program Angsa Sadis (Angkutan Sekolah Sahabat Disabilitas) dalam
upaya peningkatan kualitas pelayanan transportasi publik bagi kelompok
disabilitas. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus.
Fokus analisis didasarkan pada teori implementasi kebijakan David C. Korten, yang
mengevaluasi kesesuaian antara program, kelompok sasaran, dan organisasi
pelaksana. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Dinas
Perhubungan, pihak Sekolah Luar Biasa (SLB), dan orang tua siswa, didukung oleh
observasi dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan kondensasi data dan
triangulasi sumber. Temuan utama menunjukkan bahwa Program Angsa Sadis telah
diimplementasikan dengan sangat baik dan berdampak positif. Terdapat kesesuaian
kuat antara program dengan kebutuhan sasaran, di mana layanan diberikan secara
gratis sehingga sangat membantu stabilitas ekonomi keluarga. Pemerintah
menyediakan armada bus khusus ramah disabilitas beserta petugas terlatih yang
menjamin keamanan dan kenyamanan. Meskipun jangkauan layanan baru
mencakup sekitar 15% dari total SLB di Nganjuk, kualitas pelayanannya mampu
menumbuhkan motivasi belajar siswa dan rasa aman bagi orang tua.
Kesimpulannya, program ini terbukti sangat efektif sebagai wujud pelayanan
transportasi publik yang inklusif dan berkeadilan. Untuk optimalisasi ke depan,
disarankan adanya penambahan armada dan perluasan rute agar seluruh sekolah
disabilitas di Kabupaten Nganjuk dapat terfasilitasi secara merata
