Strategi Pembelajaran Kitab Kuning Berbasis Multiple Intelligences Dalam Meningkatkan Higher Order Thinking Skill (Hots) Santri Di Dayah Darul Falah Ulee Gle Aceh.
Abstract
Pendidikan kitab kuning di Dayah Darul Falah menghadapi tantangan modernisasi pembelajaran, terutama dalam meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Metode pengajaran tradisional yang terlalu menekankan hafalan tanpa pemahaman mendalam dianggap tidak mampu menjawab kebutuhan santri dalam menghadapi masalah kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi pembelajaran berbasis Multiple Intelligences (MI) dalam meningkatkan HOTS santri, dengan menekankan optimalisasi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran sesuai dengan kecerdasan santri. Masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya pendekatan adaptif dalam pembelajaran, yang membuat banyak santri tidak termotivasi dan tidak percaya diri, sehingga menimbulkan kesenjangan dalam pemahaman teks kitab kuning serta keterampilan analitis.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, serta metode wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Subjek penelitian melibatkan pengurus dayah, guru, dan santri yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus penelitian mencakup perencanaan pembelajaran berbasis MI, pelaksanaannya di kelas, serta evaluasi untuk menilai efektivitas pendekatan ini dalam mendukung pengembangan HOTS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis MI di Dayah Darul Falah mampu mengakomodasi berbagai kecerdasan santri. Misalnya, kecerdasan verbal-linguistik dioptimalkan melalui diskusi dan presentasi, logika-matematika melalui analisis teks, serta kinestetik melalui simulasi praktis. Pelaksanaan pembelajaran melibatkan metode seperti diskusi kelompok, visualisasi menggunakan peta konsep, dan debat tematik. Pendekatan ini efektif dalam meningkatkan keterlibatan aktif, pemikiran kritis, dan kreativitas santri, sesuai dengan teori konstruktivisme yang menekankan pentingnya interaksi sosial dalam pembelajaran. Evaluasi pembelajaran berbasis MI menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan HOTS santri. Hal ini terlihat dari hasil proyek, refleksi pribadi, dan tes analitis, yang membantu santri memahami serta mengaplikasikan teks kitab kuning dalam kehidupan nyata.
Kata kunci: Multiple Intelligences; Kitab Kuning; Higher Order Thinking Skills (HOTS); Pendidikan Dayah; Strategi Pembelajaran.
