Upaya Peningkatan Kinerja Pelayanan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) (Studi Kasus di Dusun Njeruk Kelurahan Tasikmadu Kota Malang)
Abstract
Kinerja Pelayanan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) sangat diperlukan untuk mengolah lembaga swadaya yang terdapat di Dusun Njeruk, agar dapat berkembang dan bertahan hingga jangka waktu kedepan yang dimana lembaga swadaya yang diberikan oleh pihak PUPR sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari konsumsi air bersih oleh masyarakat sekitar. Kendala – kendala yang dialami oleh organisasi dapat mempengaruhi progres kinerja dan kesalahpahaman antara anggota dengan masyarakat sekitar yang awam perihal aturan-aturan serta tata kelola pada HIPPAM. Oleh karena itu perlunya evaluasi dan transparansi terhadap anggota serta masyarakat agar saling berkesinambungan satu sama lain dalam kontribusi tetap menjaga lembaga swadaya HIPPAM dan memperbaiki kinerja pelayanan HIPPAM untuk menjadi lebih optimal, signifikan, efisien, dan efektif.
Skripsi ini ditulis pada pendekatan utama dalam metode penelitian kualitatif dan studi kasus bertempat di Dusun Njeruk. Terdapat tiga fokus dalam penelitian ini yakni profil kinerja pelayanan HIPPAM, faktor yang menyebabkan belum optimalnya kinerja pelayanan HIPPAM, dan upaya untuk meningkatkan kinerja pelayanan HIPPAM yang bertujuan untuk mengemukakan kendala yang terjadi serta mengimplementasikan upaya meningkatkan kinerja pelayanan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) di Dusun Njeruk. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta menggunakan teknik analisis data oleh Armstrong dan Baron. Uji kredibilitas pada penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan kecermatan dalam penelitian, triangulasi, analisis kasus negatif, menggunakan bahan referensi, dan mengadakan membercheck.
Kesimpulan dalam penulisan skripsi ini yaitu Kinerja Pelayanan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) masih belum efektif dan efisien, untuk itu perlu adanya perubahan upaya meningkatkan kinerja pengelolaan HIPPAM. Dapat dilihat dari segi faktor-faktor kinerja yang belum terpenuhi faktor personal, faktor kepemimpinan, faktor sistem pekerjaan, dan faktor situasi. Dalam hal ini ditandai dengan belum terpenuhinya empat faktor yakni pertama, tidak signifikannya struktur organisasi yang telah dibuat dan ditunjuk untuk bertanggungjawab atas progres kinerja pelayanan HIPPAM, kedua, bagian adminisrasi yang masih belum efisien sehingga mempengaruhi proses mencetak struk tagihan, ketiga, bagian teknik yang belum efektif karena keterbatasan tim anggota teknisi sehingga progres belum terlaksankan secara optimal, dan terakhir, lingkungan masyarakat yang kurang mendukung penuh dengan terbentuknya organisasi lembaga swadaya HIPPAM sehingga sering terjadi kesalahpahaman antar masyarakat dengan anggota HIPPAM.
