Gaya Bahasa Pada Poster dalam Pembelajaran Teks Persuasif Siswa Kelas XI di MA An-Nur Bululawang
Abstract
Pembelajaran bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, serta menyampaikan gagasan secara efektif pada peserta didik. Salah satu kompetensi yang harus dikuasai siswa adalah kemampuan memahami dan menghasilkan teks persuasif yang bertujuan memengaruhi sikap pembaca melalui ajakan, alasan logis, dan penggunaan bahasa yang tepat. Dalam praktik pembelajaran di sekolah, pemanfaatan media visual seperti poster menjadi alternatif yang relevan karena mampu memadukan unsur verbal dan visual sehingga pesan yang disampaikan lebih menarik, jelas, dan mudah dipahami. Poster tidak hanya berfungsi sebagai media penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana membangun kesadaran, motivasi, serta nilai kepedulian sosial melalui pilihan kata, kalimat, dan tampilan visual yang digunakan. Kondisi tersebut ditemukan pada pembelajaran di MA An- Nur Bululawang, khususnya ketika peneliti melaksanakan kegiatan PPL pada Juli hingga September 2025.
Pada kegiatan tersebut, siswa kelas XI menunjukkan keterlibatan aktif saat diberikan tugas membuat poster teks persuasif. Namun, karya poster yang dihasilkan belum pernah dianalisis secara ilmiah, terutama berkaitan dengan jenis, fungsi, dan makna gaya bahasa yang digunakan. Akibatnya, kualitas pesan persuasif dalam poster siswa belum diketahui secara mendalam sehingga, diperlukan penelitian yang mampu menjelaskan penggunaan bahasa dalam media tersebut secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis, fungsi, dan makna gaya bahasa pada poster dalam pembelajaran teks persuasif siswa kelas XI di MA An-Nur Bululawang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa poster karya siswa yang dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi.
Data dianalisis menggunakan pendekatan stilistika dan semiotika visual untuk mengungkap keterkaitan antara unsur bahasa dan unsur gambar dalam membangun makna persuasif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa penegasan merupakan bentuk yang paling dominan, Gaya bahasa penegasan dan pertentangan, serta penggunaan diksi lugas sebagai pendukung kejelasan pesan. Gaya bahasa perbandingan tidak ditemukan, yang menunjukkan bahwa poster siswa lebih menekankan fungsi informatif dan persuasif dibandingkan aspek keindahan bahasa. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa poster
vi
pembelajaran memiliki potensi sebagai media komunikasi visual dalam menyampaikan ajakan dan nilai sosial melalui penggunaan gaya bahasa.
Temuan penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian stilistika dan semiotika visual dalam pembelajaran bahasa Indonesia, serta kontribusi praktis bagi guru dan sekolah dalam merancang pembelajaran teks persuasif yang lebih kreatif, kontekstual, dan komunikatif. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji penggunaan bahasa dalam berbagai media pembelajaran berbasis visual guna meningkatkan kualitas literasi siswa secara berkelanjutan.
