| dc.description.abstract | Pendidikan inklusif di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam implementasinya, terutama dalam strategi guru untuk mengakomodasi kebutuhan siswa beragam, termasuk siswa berkebutuhan khusus (ABK). Meskipun ada upaya untuk mencapai pendidikan yang adil, kesenjangan dalam pemahaman dan penerapan strategi pembelajaran inklusif yang efektif masih ada, terutama di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Penelitian ini menyoroti MI Islamiyah Kebonsari di Kota Malang sebagai studi kasus yang berhasil menerapkan pembelajaran inklusif.
Fokus penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi guru dalam konsep, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran inklusif di sekolah tersebut, yang telah berhasil mengintegrasikan ABK ke dalam kelas reguler dan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui konsep strategi guru dalam pembelajaran inklusi inklusif di MI Islamiyah Kebonsari Kota Malang, 2) untuk mengetahui pelaksanaan strategi guru dalam pembelajaran inklusi di MI Islamiyah Kebonsari Kota Malang, 3) untuk mengetahui evaluasi pembelajaran inkusi di MI Islamiyah Kebonsari Kota Malang.
Metodelogi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di MI Islamiyah Kebonsari Kota Malang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan kepala sekolah, serta analisis dokumen (modul ajar, perangkat pembelajaran, dan hasil penilaian). Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, dengan triangulasi data (sumber, teknik, dan waktu) untuk meningkatkan validitas temuan.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa MI Islamiyah Kebonsari Kota Malang menerapkan strategi pembelajaran inklusif yang komprehensif. Perencanaan pembelajaran melibatkan asesmen diagnostik untuk memahami kebutuhan siswa, dengan tujuan dan strategi yang inklusif, seperti diferensiasi pembelajaran, pembelajaran kooperatif, dan berbasis permainan. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode inovatif dan kolaborasi antara guru kelas dan guru pendamping, serta sistem penilaian yang holistik dan adil dengan penyesuaian untuk perbedaan kemampuan siswa. Meskipun menghadapi tantangan, sekolah berhasil mengatasinya melalui berbagai strategi. Komitmen sekolah, dukungan sarana prasarana, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan. Diperlukan pelatihan berkelanjutan bagi guru dan pengembangan sumber daya pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan penerapan pendidikan inklusif. MI Islamiyah Kebonsari dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam implementasi pendidikan inklusif yang efektif. | en_US |