Kesalahan Berbahasa dalam Teks Argumentasi pada Media Blog Siswa Kelas XI MA Almaarif Singosari
Abstract
Pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran menulis memberikan ruang publikasi digital bagi siswa dalam menyusun teks argumentasi. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai penyimpangan terhadap kaidah bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bentuk kesalahan ejaan, (2) bentuk kesalahan pemilihan kata (diksi), dan (3) bentuk kesalahan penggunaan kalimat efektif dalam teks argumentasi siswa kelas XI MA Almaarif Singosari yang dipublikasikan melalui media blog.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data berupa teks argumentasi siswa yang diperoleh melalui dokumentasi dari blog pembelajaran. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, klasifikasi, penyajian data, dan penarikan simpulan berdasarkan kaidah EYD Edisi V serta prinsip kalimat efektif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan ejaan meliputi kesalahan penggunaan huruf kapital, penulisan kata depan “di” dan “ke”, penggunaan tanda baca (koma dan titik), serta penulisan unsur serapan yang tidak sesuai bentuk baku. Kesalahan pemilihan kata mencakup penggunaan kata tidak baku, ketidaktepatan penggunaan sinonim, kesalahan penggunaan kata umum–khusus, serta ketidaksesuaian kata hubung secara makna. Adapun kesalahan penggunaan kalimat efektif meliputi ketidaksepadanan subjek dan predikat, ketidakparalelan bentuk, kalimat tidak hemat (mubazir), ketidakfokusan gagasan, ketidakcermatan struktur, serta hubungan antargagasan yang tidak logis.
Pembahasan menunjukkan bahwa kesalahan-kesalahan tersebut dipengaruhi oleh kurangnya ketelitian siswa dalam menerapkan kaidah kebahasaan, pengaruh bahasa lisan dan bahasa nonformal di media digital, serta minimnya proses penyuntingan sebelum publikasi. Meskipun penggunaan blog mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam menulis, penguasaan aspek kebahasaan masih perlu ditingkatkan melalui pembelajaran yang lebih terarah dan reflektif.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan menulis teks argumentasi siswa dalam konteks digital belum sepenuhnya sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pembelajaran ejaan, diksi, dan kalimat efektif secara integratif dalam pembelajaran menulis berbasis blog agar siswa mampu menghasilkan teks argumentasi yang logis, efektif, dan komunikatif.
