Representasi Perselingkuhan dalam Film La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka: Kajian Semiotika Roland Barthes
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi perselingkuhan dalam film La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka melalui makna denotatif, konotatif, dan mitos berdasarkan semiotika Roland Barthes. Data penelitian berupa adegan visual dan dialog yang menampilkan kedekatan emosional, interaksi afektif, konflik rumah tangga, serta penyesalan religius, dianalisis secara kualitatif menggunakan teknik simak dan catat. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi makna denotatif, menafsirkan makna konotatif sesuai konteks emosional dan sosial, serta mengungkap mitos sebagai sistem ideologis dalam narasi film.
Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Secara denotatif, perselingkuhan direpresentasikan melalui pola kedekatan emosional dan percakapan intim; secara konotatif, film membingkai perselingkuhan sebagai respons terhadap ketidakharmonisan domestik, sehingga pelaku berada dalam situasi dilematik; secara mitos, film membangun wacana religius, menekankan penyesalan, simbol keagamaan, dan oposisi antara istri sabar dengan perempuan lain sebagai ruang afeksi alternatif.
Temuan ini memperlihatkan bahwa film tidak hanya menyajikan perselingkuhan sebagai konflik naratif, tetapi juga mereproduksi konstruksi makna religius dan relasional yang berkaitan dengan pernikahan dan moralitas.
