Representasi Ekosistem Air Sungai dan Laut dalam Novel Anak-Anak Sungai Sondong dan Layur Tetaplah Berlayar: Implikasi untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia Berperspektif Lingkungan
Abstract
Ekosistem air merupakan komponen biotik dan abiotik yang saling berinteraksi dalam perairan, baik sungai maupun laut. Karya sastra yang muncul akibat kerisauan pengarang melihat permasalahan yang sedang terjadi, ini berfungsi sebagai alat untuk merefleksikan dan mengkritik keadaan ekologis yang sedang berlangsung, serta menjadi sarana untuk mengungkapkan kesadaran dan tanggung jawab manusia terhadap pelestarian lingkungan. Keberadaan ekosistem perairan semakin terancam oleh tindakan manusia seperti pencemaran, pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan, dan pengelolaan lingkungan yang tidak ramah lingkungan. Penelitian karya sastra yang mengkaji mengenai representasi ekosistem air masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan ekosistem air sungai dan laut dalam novel Anak-Anak Sungai Sondong Karya Ramajani Sinaga dan Layur Tetaplah Berlayar Karya Anang YB serta implikasi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia berperspektif lingkungan khusunya dalam materi teks cerpen.
Kebaruan dari penelitian ini adalah memberikan analisis ekokritik yang lebih menyeluruh dengan membandingkan dua ekosistem berbeda sungai dan laut sebagai simbol hubungan antara manusia dan alam. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi langsung terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia yang berorientasi lingkungan dengan menghubungkannya pada Sustainable Development Goals (SDG) 6 air bersih dan sanitasi layak, sehingga menghasilkan sumbangan baru dalam pengembangan kajian sastra ramah lingkungan dan pembelajaran kontekstual yang mengedukasi para murid tentang kesadaran ekologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analisis teks. Data berupa konflik, narasi, latar, tokoh, dialog, dan deskripsi lingkungan yang mencerminkan representasi ekosistem air sungai dan laut. Sumber data dari penelitian ini terdapat dalam konteks sastra, yaitu dua novel yang menjadi sumber utama data, yaitu novel Anak-Anak Sungai Sondong karya Ramajani Sinaga dan Layur Tetaplah Berlayar karya Anang YB. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara (1) penelitian pustaka, (2) mencatat hasil data dari kedua novel, (3) menggunakan metode hermeunetik.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa novel Anak-Anak Sungai Sondong karya Ramajani Sinaga Dan Layur Tetaplah Berlayar karya Anang YB menggambarkan ekosistem sungai dan laut sebagai ruang yang penting untuk keberlanjutan kehidupan manusia, namun juga rentan terhadap pencemaran dan eksploitasi. Gambaran ini terlihat melalui konflik lingkungan, hubungan karakter dengan alam, serta pengaruh kerusakan ekosistem air terhadap kehidupan sosial masyarakat. Kedua novel ini mengandung nilai-nilai ekologis seperti kepedulian, tanggung jawab, dan kesadaran terhadap lingkungan yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDG) 6, yaitu air bersih dan sanitasi layak bagi semua orang.
Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa karya sastra relevan untuk digunakan sebagai bahan ajar kontekstual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, novel Anak-Anak Sungai Sondong karya Ramajani Sinaga dan Layur Tetaplah Berlayar karya Anang YB relevan dimanfaatkan sebagai bahan ajar pembelajaran Bahasa Indonesia berperspektif lingkungan di jenjang SMP. Nilai-nilai kepedulian, tanggung jawab, dan kesadaran ekologis yang terkandung dalam kedua novel tersebut dapat diintegrasikan tidak hanya pada materi teks cerita pendek, tetapi juga pada pembelajaran teks eksposisi, argumentasi, laporan hasil observasi, dan puisi, sehingga mendukung penguatan literasi bahasa, literasi sastra, dan karakter peduli lingkungan peserta didik melalui integrasi teks sastra digital bertema lingkungan dari laman resmi kemendikdasmen yaitu SIBI dan BUDI.
