Resepsi Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang terhadap Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Karya Brian Khrisna
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya minat mahasiswa terhadap novel populer yang mengangkat persoalan psikologis dan eksistensial, salah satunya Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna. Novel ini memuat tema kehilangan, keputusasaan, kesehatan mental, dan pencarian makna hidup yang relevan dengan realitas mahasiswa masa kini, sehingga berpotensi menimbulkan beragam tanggapan pembaca. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan resepsi mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Malang terhadap novel tersebut, meliputi pemahaman isi, tema, unsur cerita, pesan kehidupan, faktor yang memengaruhi resepsi, serta dampaknya terhadap pembaca.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model resepsi sastra sinkronis-eksperimental berdasarkan teori Wolfgang Iser, yang menekankan interaksi teks dan pembaca dalam mengisi “ruang kosong” makna. Data diperoleh melalui angket tertutup dan terbuka kepada mahasiswa PBSI yang telah membaca novel, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi mahasiswa cenderung resepsi estetis-emosional yang positif, ditandai oleh pemahaman cerita yang mudah, penghayatan mendalam terhadap konflik tokoh, serta apresiasi terhadap tema perjuangan hidup dan penerimaan kehilangan. Mahasiswa memaknai novel sebagai refleksi kehidupan nyata, sumber motivasi, dan media memahami kesehatan mental. Faktor pengalaman pribadi, latar akademik sastra, serta kondisi sosial-emosional mahasiswa turut memengaruhi proses resepsi. Novel juga memberi dampak reflektif berupa peningkatan empati, kesadaran makna hidup, dan pandangan lebih positif terhadap masa depan.
Dengan demikian, novel ini diterima sangat baik oleh mahasiswa PBSI UNISMA dan menunjukkan bahwa resepsi pembaca bersifat aktif, reflektif, serta dipengaruhi horizon harapan pembaca. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan dalam kajian resepsi sastra, khususnya pemanfaatan novel populer sebagai media refleksi psikologis dan pembelajaran sastra di perguruan tinggi.
