Representasi Identitas Budaya Arema dalam Film Darah Biru Arema: Kajian Representasi Stuart Hall
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk representasi identitas budaya Arema serta menjelaskan proses konstruksi makna identitas tersebut dalam film Darah Biru Arema (2014) dengan menggunakan teori representasi Stuart Hall. Film dipahami sebagai teks budaya yang memproduksi makna melalui dialog, adegan, dan simbol visual yang merefleksikan nilai-nilai sosial masyarakat Malang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis representasi fokus pada model konstruksionis. Data penelitian berupa dialog dan adegan dalam film Darah Biru Arema (2014). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode menyimak dan mencatat, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, pengodean berdasarkan posisi makna (dominan, negosiasi, dan oposisi), serta interpretasi makna. Keabsahan data diperkuat melalui konsistensi penerapan teori dan sumber pustaka yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas budaya Arema direpresentasikan melalui tiga posisi makna, yaitu kode dominan yang menegaskan nilai persaudaraan, loyalitas, dan kebanggaan lokal; kode negosiasi yang memperlihatkan adanya perdebatan dan penyesuaian makna dalam relasi sosial antartokoh; serta kode oposisi yang menampilkan stereotip negatif sebagai ruang kritik dan penegasan makna tandingan. Konstruksi makna identitas Arema ditampilkan secara bertahap melalui pengalaman sosial tokoh yang berfungsi sebagai medium naratif, mulai dari pemaknaan personal, negosiasi sosial, krisis pencarian identitas, legitimasi historis, hingga internalisasi nilai. Film ini berfungsi sebagai narasi tandingan yang merepresentasikan Arema sebagai identitas budaya yang humanis, reflektif, dan berakar pada nilai persaudaraan masyarakat Malang.
Kata kunci: Representasi, Identitas budaya Arema, film Darah Biru Arema, Stuart Hall, budaya lokal.
