Refleksi Rasisme Serta Penjarahan dalam Film Pengepugan di Bukit Duri Karya Joko Anwar : Kajian Sosiologi S
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk refleksi rasisme dan penjarahan yang direpresentasikan dalam film Pengepungan di Bukit Duri karya Joko Anwar serta menjelaskan keterkaitannya dengan realitas sosial masyarakat Indonesia. Film diposisikan sebagai teks sastra audiovisual yang merefleksikan dinamika sosial, konflik etnis, dan krisis kemanusiaan yang berakar pada peristiwa historis, khususnya tragedi sosial tahun 1998. Melalui pendekatan sosiologi sastra dan teori refleksi, penelitian ini memandang film sebagai cermin sosial yang menampilkan ketegangan antara struktur kekuasaan, ketimpangan ekonomi, dan relasi antarkelompok dalam masyarakat.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi melalui penyimakan dan pencatatan terhadap dialog, adegan, dan konflik antartokoh dalam film. Sumber data utama adalah film Pengepungan di Bukit Duri, sedangkan data pendukung diperoleh dari buku teori, artikel jurnal, dan penelitian relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan memanfaatkan triangulasi teori untuk menjaga keabsahan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Pengepungan di Bukit Duri merefleksikan rasisme melalui representasi stereotip, diskriminasi verbal, serta relasi kuasa yang menempatkan kelompok tertentu sebagai objek marginalisasi. Penjarahan digambarkan sebagai konsekuensi dari krisis sosial dan ekonomi yang dipicu oleh ketidakadilan struktural serta kegagalan negara dalam memberikan perlindungan sosial.
Kata kunci: rasisme, penjarahan, film, refleksi sosial, sosiologi sastra.
