Nilai Moral dalam Novel “12 Cerita Glen Anggara” Karya Luluk HF dan Relevansinya terhadap Pendidikan Karakter Siswa
Abstract
Karya sastra tidak hanya puisi, cerpen, drama, serta film juga terdapat novel. Novel ialah salah satu bentuk karya sastra yang memiliki peran penting dalam menyampaikan nilai-nilai kehidupan, termasuk nilai moral yang terkandung di dalamnya. Nilai moral dalam karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai cerminan norma sosial, tetapi juga sebagai media edukasi yang dapat membentuk karakter pembaca. Karya sastra, khususnya novel, dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang efektif untuk mendukung penguatan pendidikan karakter di sekolah. Dalam penelitian ini penulis tertarik untuk membahas mengenai nilai moral dalam novel “12 Cerita Glen Anggara” dan juga relevansinya terhadap Pendidikan karakter siswa ditinjau dari teori moral sastra, dengan fokus permasalahan yaitu (1) nilai moral yang terdapat dalam novel “12 Cerita Glen Anggara” karya Luluk HF, (2) relevansi nilai moral dalam novel terhadap Pendidikan karakter.
Sumber data penelitian ini adalah novel “12 Cerita Glen Anggara” karya Luluk HF, yang diterbitkan pada tahun 2019. Pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik membaca , menandai setiap kalimat-kalimat, dan mengidentifikasi data, sedangkan analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini dapat diuraikan bahwa (1) nilai moral yang terdapat dalam penelitian ini ada 3, yaitu a)nilai moral hubungan manusia dengan tuhan, b)nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain, c)nilai moral hubungan manusia dengan dirinya sendiri . (2) Nilai-nilai moral tersebut relevan dengan pendidikan karakter siswa, terutama dalam menanamkan sikap religius, tanggung jawab, empati, dan kepedulian sosial.
Berdasarkan teori nilai moral dan pendidikan karakter, dapat disimpulkan bahwa novel 12 Cerita Glen Anggara karya Luluk HF mengandung nilai moral yang meliputi hubungan manusia dengan Tuhan, diri sendiri, dan sesama. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan konsep pendidikan karakter Thomas Lickona yang menekankan pengetahuan, perasaan, dan tindakan moral. Dengan demikian, novel ini relevan digunakan sebagai media pembelajaran untuk mendukung pembentukan karakter siswa.
