| dc.description.abstract | Pemecahan masalah merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika. Lima standart kemampuan matematis diantaranya adalah kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kemampuan dalam upaya mencari jalan keluar atau solusi dari masalah matematika yang menuntut peserta didik untuk dapat berpikir kreatif, logis, analitis dan sistematis dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari dalam mengembangkan kreativitas, kecakapan, dan hasil belajarnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Pemecahan masalah matematika membutuhkan kemampuan berpikir kreatif yang merupakan karakteristik Hemisfer kanan dan berpikir logis, analitis dan sistematis yang merupakan karakteristik Hemisfer kiri. Pemecahan masalah yang menuntut peranan Hemisfer kanan dan Hemisfer kiri dalam proses penyelesaiannya menjadikan peneliti tertarik untuk meneliti hal tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari Hemisfer. Penelitian ini mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah berdasarkan kece Hemisfer pada materi sistem persamaan linear tiga variable. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan sudut pandang baru dalam pembelajaran matematika sehingga dapat jadi bahan pertimbangan dalam menyusun strategi pembelajaran disekolah.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan 6 subjek penelitian yang terdiri dari 2 siswa subjek Hemisfer kiri, 2 siswa subjek Hemisfer kanan dan 2 siswa subjek Hemisfer cenderung seimbang. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan memberikan soal tes pemecahan masalah matematika materi sistem persamaan linear tiga variable dan wawancara yang diperdalam sehingga mendapatkan data yang valid dan sesuai yang dibutuhkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek Hemisfer cenderung seimbang memiliki kamampuan lebih baik dari subjek Hemisfer yang lain karena subjek Hemisfer cenderung seimbang memiliki kemampuan perpaduan antara berpikir kreatif, logis, sistematis, dan analitis sehingga lebih baik dalam menyelesaikan pemecahan masalah matematika. Subjek dengan kecenderungan hemisfer cenderung seimbang menunjukkan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik karena mampu mengintegrasikan berpikir konvergen dan divergen secara efektif.
Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap memeriksa kembali merupakan faktor penting yang membedakan kualitas kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Subjek yang mampu menjalankan seluruh tahapan pemecahan masalah secara lengkap dan konsisten, khususnya pada tahap memeriksa kembali, memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih tinggi dibandingkan subjek yang tidak melakukan tahap tersebut secara optimal
Kata kunci : Pemecahan masalah, Hemisfer, masalah matematika. | en_US |