Dampak Ketidakharmonisan Keluarga Terhadap Gangguan Emosional Mahasiswa (Studi Kuantitatif pada Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Malang dalam Perspektif Maqāṣid al-Sharī‘ah Imam Asy-Syāṭibī)
Abstract
Keluarga turut andil secara signifikan dalam membentuk kestabilan emosi dan perkembangan kepribadian individu. Ketidakharmonisan dalam keluarga, seperti konflik berkepanjangan dan komunikasi yang buruk, dapat memicu gangguan emosional pada mahasiswa, yang berpotensi mengganggu kehidupan akademik dan sosial mereka. Mahasiswa Hukum Keluarga Islam di Universitas Islam Malang merupakan kelompok yang relevan untuk mengkaji dampak ini, terutama dalam konteks pemikiran maqāṣid al-sharī‘ah (ḥifẓ al-nafs dan ḥifẓ al-‘aql) Imam Asy-Syāṭibī. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh ketidakharmonisan keluarga terhadap gangguan emosional mahasiswa (depresi, kecemasan, dan stres), dengan mengkaji temuan tersebut melalui kerangka maqāṣid al-sharī‘ah, terutama dalam dimensi pelestarian jiwa dan pemeliharaan akal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen DASS-21 yang telah disesuaikan melalui proses pengujian untuk memastikan validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis yang digunakan mencakup analisis deskriptif, korelasi pearson serta regreXsi linear sederhana, dengan partisipan berupa mahasiswa aktif Program Studi Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Malang.
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat ketidakharmonisan keluarga berada pada kategori sedang hingga tinggi, sedangkan gangguan emosional mahasiswa juga cukup signifikan dengan dominasi kecemasan. Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara ketidakharmonisan keluarga dan gangguan emosional (r = 0,618, p < 0,05). Hasil regresi linear sederhana menunjukkan koefisien sebesar 0,756 dan tingkat signifikansi p < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa konflik dalam keluarga berperan secara signifikan dalam mempengaruhi kondisi emosional pada mahasiswa.
Ketidakharmonisan keluarga berpengaruh signifikan terhadap gangguan emosional mahasiswa, yang berdasarkan prinsip-prinsip dalam maqāṣid al-sharī‘ah, kondisi tersebut berpotensi melemahkan fungsi perlindungan terhadap eksistensi jiwa (ḥifẓ al-nafs) serta nalar atau rasio (ḥifẓ al-‘aql). Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan keluarga dalam menjaga kesejahteraan mental mahasiswa.
Disarankan agar kampus dan pihak terkait menyediakan layanan konseling yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam untuk mendukung mahasiswa. Penelitian lanjutan dapat mencakup cakupan responden yang lebih luas serta menambahkan variabel lain yang mungkin berkontribusi terhadap gangguan emosional.
