Show simple item record

dc.contributor.authorAsror, Khozinul
dc.date.accessioned2026-07-29T02:14:12Z
dc.date.available2026-07-29T02:14:12Z
dc.date.issued2026-02-21
dc.identifier.urihttps://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/13904
dc.description.abstractTradisi membuang ayam ke sungai saat iring-iringan pengantin merupakan praktik adat yang masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Tradisi ini memunculkan dialektika antara pelestarian budaya lokal (local wisdom) dan kemurnian akidah dalam Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik tersebut dari perspektif Hukum Islam serta memahami pergeseran makna sosial yang terjadi di masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris (lapangan) dengan pendekatan kualitatif sosiologis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan dan wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama (kiai), serta masyarakat pelaku tradisi. Analisis data menggunakan teori ‘Urf (adat kebiasaan) dan kaidah Al-Umuru bi Maqashidiha (segala sesuatu bergantung pada tujuannya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Praktik membuang ayam mengalami dinamika pelaksanaan, mulai dari bentuk asli (melepas ayam hidup) hingga modifikasi (mengikat kaki ayam agar dapat ditarik kembali); (2) Telah terjadi pergeseran makna dari keyakinan magis tolak bala (menolak sial) menjadi simbol sosial demi menjaga kepantasan adat dan harmoni masyarakat; (3) Dalam perspektif Hukum Islam, tradisi ini dikategorikan sebagai ‘Urf Fi’li. Status hukumnya bergantung pada niat pelakunya. Jika diyakini sebagai sesajen yang memiliki kekuatan gaib independen, maka hukumnya haram karena mengarah pada kemusyrikan (‘urf fasid). Namun, jika direkonstruksi niatnya sebagai Shadaqah Mubham atau Hibah ‘Ammah (sedekah kepada siapa saja yang menemukan) sebagai bentuk ikhtiar dan rasa syukur, maka tradisi ini hukumnya mubah dan dapat dilestarikan (‘urf shahih). Penelitian ini merekomendasikan adanya pelurusan niat (tashihun niat) di kalangan pengantin agar tradisi tetap berjalan selaras dengan prinsip tauhid. Kata Kunci: Tradisi Membuang Ayam, ‘Urf, Hukum Islam, Shadaqah Mubham.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectTradisi Membuang Ayamen_US
dc.subject‘Urfen_US
dc.subjectHukum Islamen_US
dc.subjectShadaqah Mubhamen_US
dc.titleTradisi Membuang Ayam Dalam Prosesi Iring-Iringan Pengantin Perspektif Hukum Islam (Studi Di Desa Ganjaran Gondanglegi Malang)en_US
dc.typeThesisen_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang