| dc.description.abstract | Inovasi pakan, termasuk pemanfaatan bahan lokal dan limbah agroindustri, terbukti meningkatkan performa dan efisiensi penetasan bebek hibrida. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh komposisi pakan terhadap fertilitas, daya tetas, dan bobot tetas, dan daya hidup bebek hibrida guna merumuskan formulasi pakan yang optimal dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan bebek yang genetik dan lingkungan dan mesin tetas yang sama spesifikasi. Hasilnya diharapkan memberikan informasi ilmiah dan rekomendasi formulasi pakan yang efisien bagi peternak dan peneliti dalam bidang breeding.
Metode penelitian ini merupakan studi kasus dengan analisis ragam satu arah ANOVA untuk menguji pengaruh tiga komposisi pakan (pakan A, pakan B, pakan C) terhadap efisiensi penetasan bebek hibrida, yang diamati melalui fertilitas, daya tetas, dan bobot tetas, dan daya hidup. Jika hasil signifikan, dilanjutkan dengan uji BNT. Pakan berupa campuran bekatul, jagung, karak, kebi, dan konsentrat diberikan di tiga peternakan di Blitar dengan masing-masing 250 butir telur. Penetasan dilakukan dengan mesin tetas yang sama spesifikasinya, sedangkan pengukuran telur fertil menggunakan candling dan penimbangan DOD dengan menggunakan timbangan digital.
Penelitian ini mengevaluasi tiga formulasi pakan bebek hibrida, yaitu Pakan A (50% konsentrat, 16,67% bekatul, 16,67% kebi, 16,67% jagung; PK 19,98%, EM 2918,33 Kkal/kg), Pakan B (50% konsentrat, 25% bekatul, 25% kebi; PK 20,41%, EM 2762,5 Kkal/kg), dan Pakan C (50% konsentrat, 16,67% bekatul, 16,67% kebi, 16,67% karak; PK 20,21%, EM 2808,33 Kkal/kg). Penelitian dilakukan menggunakan 250 butir telur bebek per peternaknya dengan mesin tetas manual kapasitas 1.000 butir, suhu awal 42 °C diturunkan 0,1 °C per hari, pembalikan telur setiap 6 jam, dan kelembaban dijaga melalui penyemprotan manual serta baskom air di bawah rak. Hasil menunjukkan produksi fertilitas 74,81–75,48% berbeda sangat nyata (P<0,01), dengan uji BNT membedakan Pakan A (terendah), Pakan B (sedang) dan Pakan C (tertinggi), daya tetas 72,32–72,80% tidak berbeda nyata (P>0,05) sementara bobot tetas DOD seragam (45,90–45,95 g; P>0,05) serta daya hidup 12 jam pertama sangat tinggi (99,25–99,70%; P>0,05). Kesimpulannya, variasi pakan tidak memengaruhi daya tetas, bobot tetas, dan daya hidup, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap fertilitas, karena Pakan C menghasilkan fertilitas (75,483%), daya tetas (72,32%), bobot tetas (45,95 gram), dan daya hidup (99,247%). Secara umum, formulasi pakan C dengan kandungan PK 20,21 %, EM 2808,33 %, LK 4,5 %, SK 14,39 %, Abu 23,59 % ). | en_US |