| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur populasi, insidensi penyakit, serta respon antibodi pada sapi lokal dan kerbau Pampangan pascavaksinasi Septicaemia Epizootica (SE) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten OKI merupakan salah satu wilayah sentra pengembangan sapi lokal dan kerbau Pampangan dengan sistem pemeliharaan semi intensif di lahan rawa, namun rentan terhadap wabah penyakit menular. Wabah SE yang terjadi tahun 2024 menyebabkan tingginya angka kasus penyakit dan kematian ternak, sehingga diperlukan evaluasi terhadap perubahan populasi, kejadian kasus penyakit, serta efektivitas program vaksinasi. Fokus penelitian ini mengkaji perbedaan struktur populasi meliputi jumlah ternak, komposisi umur, rasio jantan-betina, serta breeding herd pada sapi dan kerbau Pampangan, menganalisis insidensi penyakit dan cakupan vaksinasi SE, serta respon antibodi pascavaksinasi berdasarkan jenis ternak, bangsa ternak, dan lokasi. Penelitian ini menggunakan metode observasional kuantitatif longitudinal. Data yang digunakan meliputi data sekunder rekording populasi, kasus penyakit dan vaksinasi SE periode Maret-Agustus 2024, serta data hasil uji respon antibodi pascavaksinasi menggunakan metode ELISA. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji statistik sesuai dengan karakteristik data.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan struktur populasi antara sapi dan kerbau Pampangan pada komponen terutama jenis ternak, komposisi umur, rasio jantan dan betina, dan breeding herd. Insidensi penyakit SE cenderung lebih tinggi pada periode pravaksinasi dan menurun pascavaksinasi. Respon antibodi pascavaksinasi SE menunjukkan sebagian besar sapi dan kerbau Pampangan mampu membentuk antibodi, meskipun terdapat variasi respon berdasarkan jenis ternak, bangsa ternak, dan lokasi kecamatan. Disimpulkan bahwa vaksinasi SE berperan penting dalam meningkatkan respon imun dan menekan insidensi penyakit, namun efektivitas pengendalian SE sangat dipengaruhi oleh dinamika struktur populasi ternak. Oleh karena itu, disarankan pendataan struktur populasi dilakukan secara rutin sebagai dasar perencanaan pengendalian penyakit, pelaksanaan vaksinasi SE secara berkelanjutan dan merata terutama di wilayah rawa, serta monitoring respon antibodi dan penguatan regenerasi ternak melalui perlindungan anak dan betina muda untuk menjaga ketersediaan replacement stock. Penelitian selanjutnya perlu difokuskan pada analisis manajemen pemeliharaan ternak guna mendukung pencegahan SE secara berkelanjutan di Kabupaten OKI. | en_US |