Integrasi Al-Qur’An dan Sains untuk Meningkatkan Pemahaman Keagamaanan di Sekolah Menengah Atas Trensains Tebuireng 2 Jombang
Abstract
Science atau ilmu pengetahuan Harus dikembangkan. Perkembangan sains yang dipelopori oleh orang-orang barat menjadikan seolah bangsa baratlah yang menguasai dunia keilmuan. Sementara umat Islam pemikiran dan keilmuannya dianggap jarang memberi kontribusi pada dunia sains. SMA Trensains Tebuireng 2 di bawah naungan Pesantren Tebuireng Jombang menggagas sebuah ide integrasi keilmuan yang tidak hanya pada tataran normatif-filosofis melainkan juga menyentuh pada wilayah-wilayah empirik- implementatif ke dalam kurikulum dan pembelajaran yang sistematik. Wacana integrasi keilmuan yang bersumber dari Al-Qur’an untuk meningkatkan Pemahaman Keagamaan peserta didik hingga nantinya diharapkan peserta didik mampu mengimplementasikan keilmuan sains Islam yang bermanfaat bagi kehidupan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasi terhadap: 1). Pembahasan Ayat-ayat Al-Qur’an dalam Integrasi Al-Qur’an dan Sains untuk Meningkatkan Pemahaman Keagamaan di SMA Trensains Tebuireng 2 Jombang, 2). Proses Integrasi Al-Qur’an dan Sains guna Meningkatkan Pemahaman Keagamaan di SMA Trensains Tebuireng 2 Jombang. 3). Model Integrasi Al-Qur’an dan Sains Untuk Meningkatkan Pemahaman Keagamaan di SMA Trensains Tebuireng 2 Jombang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Prosedur pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi, serta wawancara. Tahapan-tahapan teknik analisis data Pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Pengecekan keabsahan dilakukan dengan uji Credibility, transferability, dependability, serta confirmability.
Hasil dari penelitian ini antara lain: 1). Al-Qur’an menjadi sumber mengintegrasikan Al-Qur’an dan Sains, Seperti dalam QS. Al-Syu’ara ayat 4, tentang pencipta dan ciptaan, QS. Al-Rum ayat 25, yang berbicara tentang langit dan bumi berdiri tegak atas kehendak-Nya, dan juga QS. Al-Insan ayat 17 yang berbicara mengenai informasi suatu hal yang gaib, seperti surga. 2). Proses integrasi Al-Qur’an dan sains dalam pelaksanaannya harus menyesuaikan kurikulum, integrasi materi, serta pendekatan tematik dalam mengintegrasikan Al-Qur’an dan Sains. 3). Model Integrasi Al-Qur’an dan sains antara lain: Model Islamisasi Sains dengan Menghubungkan Al-Qur'an sebagai sumber inspirasi dengan penemuan-penemuan ilmiah, Pendekatan Tematik, strategi pembelajaran kooperatif, Metode Tafsir ilmi, metode Diskusi,serta metode presentasi. Dengan presentasi, siswa dapat memungkinkan visualisasi konsep-konsep abstrak dalam Al-Qur'an dan sains.
