Internalisasi Nilai Karakter Kedisiplinan Melalui Program Tahfidzul Qur’An di SD Ummu Aiman Lawang
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter kedisiplinan peserta didik di tengah maraknya perilaku tidak disiplin di sekolah. SD Ummu Aiman Lawang mengembangkan program Tahfidzul Qur’an sebagai bagian dari pembentukan karakter Islami, termasuk nilai kedisiplinan melalui pembiasaan, keteladanan, dan sistem pengelolaan tahfidz yang terstruktur.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) perencanaan internalisasi nilai kedisiplinan melalui program tahfidz; (2) proses internalisasi nilai kedisiplinan; dan (3) evaluasi internalisasi nilai kedisiplinan di SD Ummu Aiman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan internalisasi dilakukan melalui penyusunan administrasi program tahfidz, penetapan jadwal, standar hafalan, komitmen orang tua-siswa-sekolah, dan integrasi dengan program Ummi; (2) Proses internalisasi diwujudkan melalui pembiasaan kedatangan pagi, ziyadah dan murojaah terjadwal, absensi dan teguran, pengawasan orang tua, motivasi guru, pembelajaran saat libur melalui video call, serta supervisi rutin; (3) Evaluasi internalisasi dilakukan melalui rapat evaluasi bulanan guru, pengecekan progres hafalan, munaqosyah, dan uji publik tahunan sebagai evaluasi puncak dan ciri khas sekolah.
Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa internalisasi nilai karakter kedisiplinan melalui program Tahfidzul Qur’an di SD Ummu Aiman berlangsung efektif karena dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi secara terstruktur, melibatkan sinergi kuat antara sekolah, guru tahfidz, dan orang tua. Program tahfidz tidak hanya menghasilkan peserta didik yang memiliki hafalan Al-Qur’an yang baik, tetapi juga membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, komitmen, serta akhlak mulia yang tercermin dalam perilaku sehari-hari. Model internalisasi nilai yang diterapkan di SD Ummu Aiman dapat menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan lain dalam pengembangan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.
