Representasi Gejala Kejiwaan pada Tokoh Utama dalam Film Bolehkah Sekali Saja Ku Menangis terhadap Kesehatan Mental
Abstract
Fenomena meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental, khususnya pada perempuan korban kekerasan dalam keluarga, mendorong hadirnya film Bolehkah Sekali Saja Ku Menangis sebagai representasi realitas psikologis yang kompleks. Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada bagaimana gangguan psikologis, proses pemulihan, dan penerimaan psikologis direpresentasikan melalui tokoh utama dalam film tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk gangguan psikologis, pemulihan psikologis, dan penerimaan psikologis tokoh utama dalam film Bolehkah Sekali Saja Ku Menangis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra, menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan pencatatan dialog serta adegan film yang relevan. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama direpresentasikan mengalami gangguan psikologis berupa depresi, kecemasan, gangguan penyesuaian, neurosis, serta gangguan terkait trauma dan stres yang dipicu oleh kekerasan dalam rumah tangga dan tekanan keluarga. Proses pemulihan psikologis ditampilkan melalui kesadaran diri, keterbukaan terhadap bantuan, dan dukungan sosial, sedangkan penerimaan psikologis direpresentasikan sebagai kemampuan menerima emosi, realitas hidup, dan pengalaman traumatis sebagai bagian dari perjalanan hidup menuju kesehatan mental yang lebih stabil.
