Pemberdayaan Anak Jalanan Sidoarjo Oleh Komunitas Save Street Child Sidoarjo
Abstract
Kehadiran anak jalanan di Kabupaten Sidoarjo disebabkan oleh sejumlah tantangan struktural, termasuk kemiskinan, kekerasan dalam rumah tangga, dan akses sekolah yang tidak memadai. Anak-anak ini hidup di jalanan bukan karena pilihan, melainkan karena mereka berjuang untuk bertahan hidup dari kendala sosial dan ekonomi. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka seringkali mengalami stigma, kekerasan, eksploitasi, dan pengabaian hak-hak hukum mereka sebagai anak
Komunitas Save Street Child Sidoarjo merupakan gerakan masyarakat sipil yang aktif mempromosikan pemberdayaan anak jalanan. Penelitian ini menggunakan teori pemberdayaan Edi Suharto, yang mencakup lima indikator: pemberdayaan, penguatan, perlindungan, dukungan, dan pengasuhan (Edi Suharto, 2021: 67–68). Pendekatan penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa, meskipun Komunitas Save Street Child di Sidoarjo telah memberikan dampak positif bagi anak-anak asuhnya melalui pendidikan nonformal, pelatihan keterampilan, dan dukungan psikologis, sejumlah tantangan masih ada, termasuk keterbatasan dana, rendahnya keterlibatan orang tua, dan stigma sosial. Temuan ini menyoroti pentingnya kemitraan komunitas, masyarakat, dan pemerintah dalam memberdayakan anak jalanan di Sidoarjo.Kata kunci: pemberdayaan, anak jalanan, Komunitas Save Street Child.
