Show simple item record

dc.contributor.authorAufa, Akmal Zulfikar
dc.date.accessioned2026-08-11T04:16:57Z
dc.date.available2026-08-11T04:16:57Z
dc.date.issued2026-01-23
dc.identifier.urihttps://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14057
dc.description.abstractPendahuluan: Luka terbuka memiliki risiko tinggi terhadap terjadinya infeksi, yang umumnya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Antiseptik sintetis seperti povidone iodine memang banyak digunakan, namun sering menimbulkan efek samping berupa iritasi dan sensasi nyeri. Oleh karena itu, diperlukan alternatif berbahan alami, salah satunya rimpang temu mangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian krim ekstrak etanol temu mangga (Curcuma mangga Val.) terhadap jumlah sel makrofag dan fibroblas pada jaringan kulit tikus Wistar jantan dengan kondisi luka terbuka yang terinfeksi Staphylococcus aureus. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental in vivo dengan rancangan post-test only control group. Subjek penelitian berupa tikus Wistar jantan yang dibuat luka terbuka dan diinokulasi Staphylococcus aureus selama tujuh hari. Selanjutnya, hewan uji dibagi ke dalam enam kelompok, meliputi kelompok kontrol negatif (K−) tanpa perlakuan, kontrol positif (K+) yang diberikan povidone iodine 10%, kelompok kontrol perlakuan (KP) dengan krim temu mangga konsentrasi 0%, serta kelompok perlakuan krim ekstrak temu mangga dengan konsentrasi 5% (P1), 10% (P2), dan 15% (P3). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA, kemudian dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD) pada taraf signifikansi p<0,05. Hasil dan Pembahasan: Pemberian povidone iodine 10% menunjukkan jumlah makrofag (64,33 ± 2,33) dan fibroblast (43,76 ± 1,63) tertinggi dibandingkan seluruh kelompok. Pemberian krim ekstrak etanol temu mangga juga meningkatkan jumlah makrofag (P1;P2;P3) (46,95 ± 1,16; 39,66 ± 1,40; 27,06 ± 0,99) dan fibroblast (P1;P2;P3) (28,41 ± 1,72; 17,22 ± 0,58; 19,17 ± 1,31) secara signifikan dibandingkan kontrol negatif dan kontrol perlakuan. Peningkatan tertinggi terjadi pada konsentrasi 5% dengan jumlah makrofag (46,95 ± 1,16) dan sel fibroblast (28,41 ± 1,72). Hal tersebut dipengaruhi oleh flavonoid dan kurkuminoid yang berperan sebagai imunomodulator alami. Semakin tinggi konsentrasi senyawa akan mengalami efek jenuh. Simpulan: Krim temu mangga meningkatkan jumlah makrofag dan sel fibroblast pada tikus wistar jantan dengan luka terbuka yang terinfeksi Staphylococcusaureus. Kata Kunci: Temu mangga(Curcuma mangga val.); Makrofag; Sel Fibroblast.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectTemu mangga(Curcuma mangga val.)en_US
dc.subjectMakrofagen_US
dc.subjectSel Fibroblasten_US
dc.titleEfek Krim Ekstrak Etanol Temu Mangga (Curcuma mangga val.) Pada Jumlah Makrofag Dan Sel Fibroblast Jaringan Kulit Tikus Wistar Jantan Dengan Luka Terbuka Terinfeksi Staphylococcus aureusen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang