Efek Krim Ekstrak Etanol Temu Mangga (Curcuma mangga val.) Pada Jumlah Makrofag Dan Sel Fibroblast Jaringan Kulit Tikus Wistar Jantan Dengan Luka Terbuka Terinfeksi Staphylococcus aureus
Abstract
Pendahuluan: Luka terbuka memiliki risiko tinggi terhadap terjadinya infeksi,
yang umumnya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Antiseptik sintetis
seperti povidone iodine memang banyak digunakan, namun sering menimbulkan
efek samping berupa iritasi dan sensasi nyeri. Oleh karena itu, diperlukan alternatif
berbahan alami, salah satunya rimpang temu mangga. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh pemberian krim ekstrak etanol temu mangga (Curcuma
mangga Val.) terhadap jumlah sel makrofag dan fibroblas pada jaringan kulit tikus
Wistar jantan dengan kondisi luka terbuka yang terinfeksi Staphylococcus aureus.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental in vivo dengan
rancangan post-test only control group. Subjek penelitian berupa tikus Wistar
jantan yang dibuat luka terbuka dan diinokulasi Staphylococcus aureus selama
tujuh hari. Selanjutnya, hewan uji dibagi ke dalam enam kelompok, meliputi
kelompok kontrol negatif (K−) tanpa perlakuan, kontrol positif (K+) yang diberikan
povidone iodine 10%, kelompok kontrol perlakuan (KP) dengan krim temu mangga
konsentrasi 0%, serta kelompok perlakuan krim ekstrak temu mangga dengan
konsentrasi 5% (P1), 10% (P2), dan 15% (P3). Data yang diperoleh dianalisis
menggunakan uji One Way ANOVA, kemudian dilanjutkan dengan uji Least
Significant Difference (LSD) pada taraf signifikansi p<0,05.
Hasil dan Pembahasan: Pemberian povidone iodine 10% menunjukkan jumlah
makrofag (64,33 ± 2,33) dan fibroblast (43,76 ± 1,63) tertinggi dibandingkan
seluruh kelompok. Pemberian krim ekstrak etanol temu mangga juga meningkatkan
jumlah makrofag (P1;P2;P3) (46,95 ± 1,16; 39,66 ± 1,40; 27,06 ± 0,99) dan
fibroblast (P1;P2;P3) (28,41 ± 1,72; 17,22 ± 0,58; 19,17 ± 1,31) secara signifikan
dibandingkan kontrol negatif dan kontrol perlakuan. Peningkatan tertinggi terjadi
pada konsentrasi 5% dengan jumlah makrofag (46,95 ± 1,16) dan sel fibroblast
(28,41 ± 1,72). Hal tersebut dipengaruhi oleh flavonoid dan kurkuminoid yang
berperan sebagai imunomodulator alami. Semakin tinggi konsentrasi senyawa akan
mengalami efek jenuh.
Simpulan: Krim temu mangga meningkatkan jumlah makrofag dan sel fibroblast
pada tikus wistar jantan dengan luka terbuka yang terinfeksi Staphylococcusaureus.
Kata Kunci: Temu mangga(Curcuma mangga val.); Makrofag; Sel Fibroblast.
