| dc.description.abstract | Penelitian ini di laksanakan pada 6 November - 10 Desember 2025 di Laboratorium Terpadu, Lantai 4 Ruang Pangan Fakultas Peternakan, Universitas Islam Malang. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh berbagai jenis kemasan terhadap Total Bakteri dan Total Bakteri Asam Laktat (BAL) dari probiotik Lactobacillus salivarius yang terenkapsulasi dengan matriks prebiotik arabinoxylan setelah melewati masa simpan selama 30 hari. Materi yang digunakan probiotik Lactobacillus salivarius, bahan penyusun enkapsulasi (arabinoxylan, maltodextrin, dan corn starch), media PCA, dan MRSA, larutan NaCl fisiologis, gas CO2, alkohol 70%, aluminium foil, kardus, cawan petri, oven, autoclave, dan colony counter. Metode yang digunakan eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan jenis kemasan dengan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari P0=tanpa kemasan, P1=kemasan aluminium foil, P2=kemasan kardus, dan P3=kemasan aluminium foil dan kardus). Variabel total populasi mikroba heterotrof melalui metode Total Plate Count (TPC) dan Total BAL setelah 30 hari penyimpanan yang dinyatakan dalam satuan CFU/ml. Analisis Data Analysis of Variance (ANOVA), jika hasil berpengaruh sangat nyata maka dilanjutkan dengan Uji DMRT (Duncan Multiple Range Test).
Hasil penelitian menunjukkan perbedaan jenis kemasan tidak berpengaruh nyata (P≥0,05) terhadap Total Bakteri mampu menekan kontaminasi luar pada rata-rata 2,1 x 102 CFU/ml. Sebaliknya, jenis kemasan berpengaruh nyata (P≤0,05) terhadap populasi BAL Lactobacillus salivarius terenkapsulasi arabinoxylan setelah penyimpanan 30 hari. Kemasan kardus (P2) menghasilkan populasi BAL tertinggi 1.5 x 105 CFU/ml. Sementara itu, kemasan aluminium foil (P1) menghasilkan populasi terendah 7,7 x 102 CFU/ml kemasan kardus merupakan kemasan yang paling efektif untuk mempertahankan viabilitas probiotik. | en_US |