| dc.description.abstract | Penelitian ini di laksanakan pada 29 September - 4 November 2025 di Desa Pegelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Materi yang digunakan ternak uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam petelur (layer) strain Lohmann Brown berumur 37 minggu sebanyak 160 ekor dengan bobot badan seragam. Pakan basal yang digunakan adalah ransum komersial ayam layer. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan terhadap perubah yang diamati dengan menggunakan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan berupa penggunaan dedak rumput laut organik pada berbagai level ke dalam ransum. P0=0% dedak rumput laut P1=5% dedak rumput laut P2=10% dedak rumput laut P3=15% dedak rumput laut.
Hasil penelitian menunjukkan penggunaan dedak rumput laut organik tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap konsumsi pakan, produksi telur dan konversi pakan. Ayam menkonsumsi pakan dalam jumlah yang relatif sama pada semua perlakuan. Penambahan dedak rumput laut hingga 15% tidak meningkatkan jumlah telur yang dihasilkan. Efisiensi penggunaan pakan tetap sama pada semua level perlakuan.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan Penggunaan dedak rumput laut organik dalam ransum ayam layer, dengan level 5%, 10%, dan 15% tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat konsumsi pakan, produksi telur (Hen Day Production), maupun FCR. Penelitian lanjutan, disarankan untuk meneliti penggunaan dedak rumput laut organik dengan level yang lebih tinggi, atau dalam bentuk ekstrak/fermentasi, agar dapat terurai dan meningkatkan kecernaan nutrisi pakan. Penelitian lanjutan juga dapat mencakup parameter kualitas telur (seperti berat telur, ketebalan kerabang, warna kuning telur, dan indeks putih telur), guna mengetahui apakah dedak rumput laut berpengaruh pada mutu hasil produksi, bukan hanya jumlahnya. | en_US |