| dc.description.abstract | Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 September – 10 Desember 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penetapan harga jual kambing. Materi penelitian meliputi pedagang kambing aktif (blantik) dengan jumlah responden sebanyaK 46 orang yang mlipurti pengeppul, dan peternak sebagai responden pengisi kuesioner. Responden merupakan penjual kambing dari berbagai ras dengan usia ternak 8–24 bulan, bukan pedagang musiman, rutin bertransaksi, dan memiliki jaringan pemasaran yang aktif. Penelitian juga menggunakan kuesioner yang disusun peneliti sebagai instrumen utama pengumpulan data. Penelitian menggunakan mix methods dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis regresi linier berganda dan pendekatan kualitatif melalui observasi serta wawancara. Variabel yang digunakan meliputi umur(x1), bobot badan(x2), skor eksterior(x3), jenis kelamin, musim penjualan, dan saluran distribusi.
Hasil penelitian dari 46 responden menunjukkan bahwa faktor umur kambing(x1), bobot badan kambing(x2), dan skor eksterior kambing(x3) berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap harga jual, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 80,5%. Berdasarkan analisis regresi linier berganda, diperoleh persamaan Y = –743.611,398 + 26.586,001(X1) + 35.073,063(X2) + 259.242,367(X3). Seluruh koefisien
bernilai positif, sehingga peningkatan umur, bobot, dan skor eksterior terbukti meningkatkan harga jual kambing. Bobot memiliki pengaruh terbesar, disusul skor eksterior dan umur. Hasil ini menunjukkan bahwa faktor fisik kambing merupakan penentu utama dalam penetapan harga jual di pasar hewan Kecamatan Tegalsari. Secara deskriptif, jenis kelamin juga mempengaruhi penetapan harga jual, di mana kambing jantan lebih banyak diminati. Faktor musim penjualan menunjukkan bahwa periode Idul Adha dan musim hajatan meningkatkan permintaan sehingga harga cenderung naik. Dari sisi saluran distribusi, terdapat dua saluran dominan masing-masing 41,3%, yaitu Peternak–Pengepul dan Peternak–Belantik– Pengepul. Harga akhir pada saluran Peternak–Pengepul lebih tinggi dibandingkan saluran Peternak– Belantik–Pengepul.
Kesimpulan dari penelitian ini bahwa harga jual kambing di Pasar Hewan Kecamatan Tegalsari dipengaruhi oleh faktor fisik, khususnya bobot
sebagai variabel paling dominan, serta faktor pasar seperti jenis kelamin, musim, dan saluran distribusi. Disarankan agar peternak meningkatkan bobot dan skor eksterior kambing serta memanfaatkan musim permintaan tinggi. Belantik dan pengepul perlu menerapkan penetapan harga yang lebih transparan menggunakan timbangan, sementara penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel lain dan dilakukan di lokasi berbeda untuk hasil yang lebih komprehensif. | en_US |