| dc.description.abstract | Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, meliputi Kecamatan Ngoro, Trawas, Pungging, dan Pacet pada tanggal 08 Desember 2025 sampai 05 Januari 2026. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluhan peternakan terhadap peningkatan performa ayam petelur serta pendapatan peternak ayam petelur di Kabupaten Mojokerto.
Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Responden penelitian berjumlah 18 orang peternak ayam petelur, yang terdiri dari 13 peternak yang telah mengikuti penyuluhan dan 5 peternak yang belum mengikuti penyuluhan, dengan total populasi ternak sekitar 36.000 ekor ayam petelur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei komparatif kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan. Variabel yang diamati meliputi kegiatan penyuluhan (frekuensi, partisipasi, materi, dan tingkat penerapan), performa ayam petelur yang terdiri dari Hen Day Production (HDP), deplesi, dan Feed Conversion Ratio (FCR), serta pendapatan peternak. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji t (Independent Sample t-test).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan peternakan berperan signifikan terhadap peningkatan performa ayam petelur. Rata-rata nilai Hen Day Production (HDP) pada peternak yang mengikuti penyuluhan sebesar 83,12%, lebih tinggi dibandingkan peternak yang tidak mengikuti penyuluhan yaitu 74,68%. Tingkat deplesi pada peternak yang mengikuti penyuluhan lebih rendah, yaitu berkisar 5–12% per siklus produksi, sedangkan pada peternak yang tidak mengikuti penyuluhan mencapai 10–15% per siklus. Nilai Feed Conversion Ratio (FCR) pada peternak yang mengikuti penyuluhan berada pada kisaran 2,0–2,2, lebih efisien dibandingkan peternak yang tidak mengikuti penyuluhan dengan FCR 2,3–2,4. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan tersebut signifikan dengan nilai p < 0,05.
Selain berdampak pada performa ayam petelur, penyuluhan peternakan juga berpengaruh signifikan terhadap pendapatan peternak. Peternak yang mengikuti penyuluhan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan peternak yang tidak mengikuti penyuluhan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penyuluhan peternakan berperan penting dan signifikan dalam meningkatkan performa ayam petelur serta pendapatan peternak di Kabupaten Mojokerto. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah daerah dan instansi terkait meningkatkan frekuensi dan kualitas kegiatan penyuluhan, penyuluh melakukan pendampingan secara berkelanjutan, serta peternak lebih aktif mengikuti dan menerapkan hasil penyuluhan untuk meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan usaha peternakan ayam petelur. | en_US |