Show simple item record

dc.contributor.authorPramudya, Rizal Cahya
dc.date.accessioned2026-09-16T02:25:16Z
dc.date.available2026-09-16T02:25:16Z
dc.date.issued2026-06-10
dc.identifier.urihttps://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/14209
dc.description.abstractPendahuluan: Staphylococcus aureus merupakan bakteri Gram-positif oportunistik yang dapat menyebabkan berbagai infeksi. Penatalaksanaan infeksi umumnya menggunakan antibiotik, seperti tetracycline dan clindamycin, namun efektivitasnya dapat dipengaruhi oleh meningkatnya resistensi bakteri. Ekstrak kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii) mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, eugenol, dan sinamaldehid yang memiliki aktivitas antibakteri sehingga berpotensi berinteraksi dengan antibiotik melalui mekanisme kerja yang berbeda. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek kombinasi ekstrak kulit kayu manis dengan clindamycin maupun tetracycline terhadap Staphylococcus aureus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik in vitro yang dilakukan di LPRK Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang pada April–Mei 2025. Ekstrak kulit kayu manis diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% dan digunakan pada konsentrasi optimum 500.000 ppm, kemudian dikombinasikan dengan clindamycin dan tetracycline menggunakan metode Ameri–Ziaei Double Antibiotic Synergism Test (AZDAST). Data diameter zona hambat dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann–Whitney. Hasil: Kombinasi ekstrak kulit kayu manis dengan clindamycin menghasilkan diameter zona hambat 29,21 ± 3,47 mm yang tidak berbeda bermakna dibandingkan clindamycin (30,82 ± 3,34 mm; p = 0,28). Kombinasi ekstrak kulit kayu manis dengan tetracycline menghasilkan diameter zona hambat 33,66 ± 2,90 mm yang juga tidak berbeda bermakna dibandingkan tetracycline (34,85 ± 2,91 mm; p = 0,28). Berdasarkan interpretasi metode AZDAST, kedua kombinasi tersebut termasuk dalam kategori not distinguishable. Kesimpulan: Berdasarkan interpretasi metode AZDAST, kombinasi ekstrak etanol kulit Cinnamomum burmannii dengan clindamycin maupun tetracycline belum menunjukkan adanya interaksi yang bermakna terhadap aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada kondisi penelitian yang digunakan, ekstrak kulit C. burmannii belum berpotensi sebagai agen pendamping (adjuvant) untuk meningkatkan efektivitas antibakteri clindamycin maupun tetracycline terhadap S. aureus. Kata kunci: Cinnamomum burmannii, Staphylococcus aureus, AZDAST, clindamycin, tetracycline.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Malangen_US
dc.subjectCinnamomum burmanniien_US
dc.subjectStaphylococcus aureusen_US
dc.subjectAZDASTen_US
dc.subjectclindamycinen_US
dc.subjecttetracyclineen_US
dc.titleEfek Antibakteri Kombinasi Ekstrak Kulit Kayu Manis dengan Tetracycline dan Kombinasi Ekstrak Kulit Kayu Manis dengan Clindamycin Terhadap Staphylococcus Aureusen_US
dc.typeOtheren_US


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record


PRISMA Knowledge Center
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
Telp: 0341-581613, Fax.: 0341-552249
Jln. MT. Haryono 193, Kota Malang