Analisis Pertumbuhan Morfo-Anatomi Daun dan Akar pada Kangkung Darat (Ipomoea Reptans Poir) Hasil Uji Kombinasi Poc Kulit Kunyit-Air Leri
Abstract
Kangkung darat (Ipomoea reptans Poir) merupakan sayuran yang memiliki permintaan pasar terus meningkat. Namun, produktivitas kangkung darat di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan sayuran lain. Dukungan nutrisi yang cukup pada proses pertumbuhan kangkung darat penting agar tanaman tumbuh optimal. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai kombinasi air leri dengan kulit kunyit untuk mengetahui potensi POC dalam mengoptimalkan pertumbuhan kangkung. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan hasil uji kombinasi perlakuan POC terhadap morfo-anatomi daun dan akar pada pertumbuhan kangkung dan mengetahui korelasi faktor abiotik dengan pertumbuhan kangkung. Metode penelitian ini eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan POC dan 3 kali ulangan. Parameter data meliputi jumlah daun, luas daun, tinggi tanaman, panjang akar, jumlah xilem, jumlah stomata, berat kering, dan faktor abiotik (pH, TDS, dan salinitas). Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA, uji Duncan, dan uji regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan POC kulit kunyit-air leri menghasilkan rata-rata tinggi tanaman dan luas daun kangkung tertinggi, AB Mix menghasilkan rata-rata jumlah daun, tinggi tanaman, dan jumlah stomata tertinggi, sedangkan perlakuan POC tunggal air leri menghasilkan rata-rata jumlah xilem tertinggi, dan POC kulit kunyit menghasilkan rata-rata panjang akar tertinggi. Hasil penimbangan berat kering terbesar dihasilkan oleh kangkung hasil perlakuan POC kulit kunyit-air leri. pH dan salinitas berpengaruh terhadap jumlah daun kangkung, sedangkan parameter lain seperti panjang akar, luas daun, tinggi tanaman, jumlah xilem, jumlah stomata, dan berat kering tidak menunjukkan pengaruh.
Kata Kunci: Air leri, Kangkung, Kunyit, Morfo-anatomi, POC
