Karakterisasi Gugus FungsiI Residu Hidrolisis Lignoselulosa Gracilaria sp. Menggunakan Fourier Transferform Infrared (FTIR)
Abstract
Lignoselulosa diketahui sebagai bahan baku yang sangat potensial karena mudah diperoleh,
murah dan didapatkan dari residu produksi agar-agar Gracilaria Sp.. Lignoselulosa merupakan
komponen polisakarida yang terdiri atas tiga tipe polimer yaitu selulosa, hemiselulosa, dan
lignin. Lignoselulosa dapat diperoleh melalui proses hidrolisis. Peningkatan produksi agar-agar
yang setiap tahunnya bertambah akan menyebabkan residu yang dihasilkan juga meningkat,
akibatnya jumlah residu rumput laut makin bertambah. Ampas sisa pengolahan rumput laut
sebagian besar terdiri atas selulosa sebesar 77,34%. Dari permasalahan tersebut maka perlu
untuk dilakukan penelitian untuk mengarakterisasi gugus fungsi lignoselulosa yang terdapat
pada hidrolisat residu agar Gracilaria Sp. menggunakan spektofotometer inframerah (FTIR).
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksploratif dengan
pendekatan deskriptif kualitatif. Variabel terkontrol mencakup kondisi hidrolisis dan kondisi
ketika FTIR. Variabel terikat adalah spektrum gugus fungsi yang terdeteksi. Hasil pengujian
menggunakan FTIR diperoleh beberapa pita serapan yang mucul yaitu 3358,73 cm⁻¹
menunjukkan adanya gugus –OH, 1628,73 cm⁻¹ teridentifikasi gugus C=C aromatik, 1431,92
cm⁻¹ dan 1323,52 cm⁻¹ menunjukkan vibrasi gugus C–H, 1155,81 cm⁻¹ mengindikasikan
adanya gugus C–O–C, 1065,38 cm⁻¹ dan 1018,32 cm⁻¹ menunjukkan keberadaan gugus C–O.
Berdasarkan hasil tersebut, hidrolisat residu agar Gracilaria Sp. masih mengandung komponen
lignoselulosa yang ditunjukkan oleh keberadaan gugus fungsi khas seperti O–H, C–O–C, dan
C=C aromatik.
Kata Kunci: Gugus fungsi, hidrolisis, lignoselulosa, Gracilaria sp., FTIR
