Analisis Lingkungan Air Limbah Produksi Kerupuk Ikan Pada Parameter Fisika, Kimia, Mikrobiologi
Abstract
Sektor industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, peningkatan produksi kerupuk ikan berpotensi meningkatkan volume air limbah yang mengandung bahan organik tinggi dari sisa ikan dan pati. Pembuangan limbah tanpa pengolahan yang memadai dapat menurunkan kualitas badan air penerima dan menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pencemaran air sungai irigasi di sekitar lokasi produksi kerupuk ikan. Penelitian menggunakan metode survei deskriptif dengan penentuan status mutu air berdasarkan metode Indeks Pencemaran (IP). Pengambilan sampel dilakukan pada tiga stasiun, yaitu sungai sebelum outlet pembuangan limbah, outlet pembuangan limbah, dan sungai sesudah outlet pembuangan limbah. Parameter kualitas air yang dianalisis meliputi suhu, total dissolved solids (TDS), pH, dissolved oxygen (DO), biochemical oxygen demand (BOD), dan parameter mikrobiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air limbah produksi kerupuk ikan berwarna putih keruh dan berbau amis menyengat, dengan nilai TDS sebesar 1925 mg/L, BOD 14 mg/L, DO 2,8 mg/L, pH 5,7, serta jumlah mikroorganisme sebesar 1,35 × 10⁷ CFU/mL. Karakteristik tersebut menunjukkan kandungan bahan organik yang tinggi dan kondisi perairan yang berpotensi menurunkan kualitas lingkungan perairan penerima. Berdasarkan analisis Indeks Pencemaran, kualitas air sungai irigasi pada stasiun sebelum outlet, outlet, dan sesudah outlet tergolong dalam kategori tercemar ringan hingga sedang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembuangan limbah produksi kerupuk ikan berkontribusi terhadap penurunan kualitas air sungai irigasi sehingga diperlukan pengelolaan dan pengolahan limbah yang lebih baik sebelum dibuang ke lingkungan.
Kata Kunci: Air Sungai, Air Limbah, Indeks Pencemaran
