| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh literasi keuangan, gaya hidup konsumtif, dan Fear of Missing Out (FOMO) terhadap minat penggunaan Paylater, dengan religiusitas sebagai variabel moderasi. Penelitian ini berlandaskan Theory of Planned Behavior (TPB) yang menjelaskan bahwa minat seseorang untuk melakukan suatu perilaku dipengaruhi oleh sikap terhadap perilaku, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku. Dalam konteks penelitian ini, literasi keuangan, gaya hidup konsumtif, FOMO, dan religiusitas dipandang sebagai faktor yang memengaruhi minat mahasiswa dalam menggunakan layanan Paylater. Pesatnya perkembangan layanan Paylater memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan konsumsi, namun di sisi lain berpotensi meningkatkan perilaku konsumtif dan risiko pengelolaan keuangan yang kurang bijaksana, khususnya di kalangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 mahasiswa Universitas Islam Malang, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Universitas Muhammadiyah Malang yang pernah atau sedang menggunakan layanan Paylater. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup konsumtif berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat penggunaan Paylater, sedangkan literasi keuangan dan Fear of Missing Out (FOMO) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan Paylater. Selain itu, religiusitas tidak mampu memoderasi hubungan antara literasi keuangan, gaya hidup konsumtif, maupun FOMO terhadap minat penggunaan Paylater. Temuan ini mengindikasikan bahwa minat mahasiswa dalam menggunakan Paylater lebih dipengaruhi oleh gaya hidup konsumtif dibandingkan tingkat literasi keuangan, FOMO, maupun religiusitas. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan literatur mengenai perilaku penggunaan layanan Paylater berdasarkan perspektif Theory of Planned Behavior, serta memberikan implikasi praktis bagi perguruan tinggi, penyedia layanan Paylater, dan pemerintah dalam meningkatkan literasi keuangan serta mendorong penggunaan layanan Paylater secara lebih bijaksana.
Kata kunci: literasi keuangan; gaya hidup konsumtif; Fear of Missing Out (FOMO); religiusitas; minat penggunaan Paylater. | en_US |