Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik Cair Limbah Kulit Nangka terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Jenis Tanaman Sawi (Brassica spp.)
Abstract
Sawi merupakan salah satu dari berbagai produk holtikultura yang unggul di Indonesia dan banyak sekali peminatnya karena kaya akan manfaat. Beberapa sayuran sawi yang populer adalah sawi pakcoy dan hijau (caisim) yang memiliki peran yang strategis dan dapat diandalkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian. Produksi sawi pakcoy dan hijau (caisim) di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Kenaikan ini seimbang dengan tingginya tingkat konsumsi sawi oleh masyarakat dan diikuti dengan banyaknya industri olahan dari komoditas tersebut. Oleh karena itu usaha tani sawi pakcoy dan hijau (caisim) menjadi peluang besar bagi para petani untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitasnya. Salah satu upaya peningkatan produksi dan kualitas sawi dapat dilakukan melalui perbaikan budidaya baik dengan menerapkan pupuk organik. Pupuk organik dapat dibuat dari berbagai limbah organik. Salah satu limbah organik yang belum termanfaatkan adalah kulit nangka.
Penelitian dilakukan di lahan pekarangan di Jl. Suropati, Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang dengan ketinggian tempat 487 m dpl, dengan suhu rata-rata 22 - 32°C. Mulai bulan Maret – Mei 2024. Proses pengujian kadar NPK dari pupuk organik cair limbah kulit nangka dilakukan di Laboratorium Kimia Universitas Muhamadiyah Malang. Penelitian ini menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor 1 yaitu konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) kulit nangka yang terdiri dari 4 taraf yaitu K0 = Tanpa aplikasi POC (0 mL L-1), dan K1 = konsentrasi 200 mL L-1, K2 = kosentrasi 400 mL L-1, K3 = konsentrasi 600 mL L-1 dan Faktor 2 yaitu jenis tanaman sawi yang terdiri dari V1 = sawi pakcoy, V2 = sawi hijau (caisim). Dari dua faktor tersebut terdapat 8 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan diulang 3 kali dengan 3 sampel tanaman sehingga total tanaman sebanyak 72 pot. Variabel yang diamati meliputi variabel pertumbuhan dan hasil tanaman. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan Uji F pada taraf 5%. Bila hasil uji ini menunjukan pengaruh yang nyata dilanjutkan uji BNJ pada taraf 5%.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum kombinasi konsentrasi pupuk organik cair limbah kulit nangka dan jenis tanaman sawi tidak memberikan pengaruh interaksi yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman. Tetapi masing-masing faktor perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Konsentrasi pupuk organik cair limbah kulit nangka 600 mL L-1 memberikan hasil lebih tinggi pada pertumubuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy dan sawi hijau (caisim) sebesar 77 % dibandingkan dengan tanpa POC. Perlakuan K1 (200 mL L-1) memberikan peningkatan bobot hasil sebesar 43% sedangkan perlakuan K2 (400 mL L-1) memberikan peningkatan bobot sebesar 33% dibandingkan kontrol. Jenis tanaman sawi caisim memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman yang lebih baik daripada jenis sawi pakcoy pada parameter hasil bobot segar total tanaman. Namun pada parameter bobot kering kedua jenis tanaman sawi ini memberikan hasil yang sama atau tidak berbeda nyata secara statistik.
Kata Kunci : Pengaruh, Penggunaan Pupuk Organik Cair, Limbah Kulit Nangka, Tanaman Sawi (Brassica spp.)
