Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani dalam Melakukan Usahatani Padi Varietas Inpari 31 di Desa Klotok Kecamatam Plumpang Kabupaten Tuban
Abstract
Desa Klotok diketahui bahwa produksi padi terjadi secara fluktuatif (naik turun). Angka produksi tanaman padi terus turun hingga pada tahun 2022 dengan total produksi 7.300 Ton. Menurut penuturan pihak desa menyatakan bahwa hasil produksi padi di Desa Klotok termasuk penyumbang padi yang besar di Kabupaten Tuban apabila dibandingkan dengan desa lainnya yang ada di Kecamatan Plumpang. Upaya dalam meningkatkan produksi padi dalam negeri yakni dengan menggunakan benih bermutu tinggi atau benih unggul. Kunci utama untuk meningkatkan produktivitas padi yakni dengan menggunakan benih unggul. Maksud dari benih unggul yakni benih dengan tingkat produktivitas yang dimiliki cukup tinggi. Adapun padi memiliki varietas yang beragam diantaranya varietas Ipnara, inpago, inpari 31, inpari 33, Satin Agritan dan lain sebagainya. Masing – masing varietas padi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri sehingga mengakibatkan hasil produktivitas dari setiap varietas padi tersebut berbeda.
Pemilihan varietas padi di Desa Klotok didasarkan pada keputusan petani. Sebagai pengelola, petani harus mengambil keputusan berdasarkan berbagai pertimbangan ekonomi. Pengambilan keputusan mengacu pada suatu tindakan dari beragam alternatif yang mengarahkan petani untuk mencapai tujuannya. Pengambilan keputusan petani di Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban dalam pemilihan varietas padi didasarkan pada pertimbangan petani untuk memaksimalkan pendapatannya. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi petani, 2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam melakukan usahatani padi varietas Inpari 31 di Desa Klotok Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret - Mei 2024 di Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten tuban dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan daerah yang memiliki potensi besar terhadap produksi padi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sampling. Berdasarkan informasi pada gapoktan Tani Manunggal Desa Klotok bahwa jumlah total petani di Desa Klotok adalah sejumlah 84 orang. Apabila jumlah populasi < 100 maka disarankan untuk diambil semua sehingga riset yang dilakukan disebut sebagai riset populasi. Dalam mencapai tujuan penelitian dilakukan beberapa analisis dengan metode berbeda. Adapun analisis deskriptif untuk menjabarkan sosial ekonomi petani. Selain itu, menggunakan uji regresi logistik dalam mengetahui fakor yang mempengaruhi keputusan petani melakukan usahatani padi varietas inpari 31 dengan menggunakan software SPSS versi 26.
Berdasarkan hasil analisis penelitian yang di lakukan di Desa Klotok Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban dapat di simpulkan sebagai berikut: 1) Petani yang memiliki mayoritas usia berada dalam rentang usia 41-50 dan 51-60 tahun, mayoritas memiliki pendidikan tamat SD, mayoritas pengalaman usahatani 21-30 tahun, mayoritas jumlah tanggungan keluarga 3-4 orang, mayoritas responden memiliki pendapatan >Rp4.000.000. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani melakukan usahatani padi varietas Inpari 31 yakni Luas Lahan (X1), Benih (X2), dan Pestisida (X4) Motivasi (X5), Pendapatan (X9), Pengalaman (X10), dan Peran Penyuluh (X12). Sedangkan, faktor-faktor yang tidak mempengaruhi keputusan petani melakukan usahatani padi varietas Inpari 31 adalah Pupuk (X3), Tradisi (X6), Usia (X7), Pendidikan (X8), dan Jumlah Anggota Keluarga (X11).
Berdasarkan penjabaran penelitian, terdapat beberapa rekomendasi yang disarankan meliputi: 1) Pemerintah lebih banyak melakukan kerjasama dengan produsen pupuk agar harga pupuk dapat diturunkan atau pemerintah dapat membuat kebijakan salah satunya adalah lebih meningkatkan subsidi pupuk untuk meningkatkan keterjangkauan petani terhadap pupuk yang digunakan dalam kegiatan usahatani. Selain itu, dilakukan pengaadan program tenaga penyuluh muda yang menyasar pada petani-petani muda untuk memberikan persepsi bahwa pertanian juga dapat dilakukan oleh generasi muda. Penyuluhan juga dapat dibekalkan kepada orang tua untuk membawa tradisi usahatani padi kepada anak-anaknya. 2) Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait variabel-variabel yang belum berpengaruh terhadap keputusan petani melakukan usahatani padi varietas Inpari 31. Adapun variabel-variabel tersebut yakni pupuk, tradisi, usia, Pendidikan dan jumlah anggota keluarga.
