| dc.description.abstract | Sawi caisim adalah salah satu sayuran hijau yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Peningkatan minat konsumsi diimbangi dengan meningkatnya produksi caisim di Indonesia pada tahun 2021 produksi caisim mencapai 7.274.670 kuintal (BPS, 2021). Secara umum dalam praktek budidaya sawi. Banyak petani yang menggunakan pupuk anorganik untuk meningkatkan hasil panen, jika sistem ini berjalan lama dan tidak dihitung secara akurat maka sebaliknya, hal ini dapat berdampak negatif karena kualitas tanah akan menurun.
Salah satu jenis pupuk organik cair yang tidak banyak digunakan oleh para petani adalah pupuk organik cair urine kelinci. Pupuk organik cair yang berasal dari urine kelinci mempunyai kandungan unsur hara yang cukup tinggi. Pembuatan POC ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan serta produktivitas tanaman sawi caisim dari kandungan unsur hara terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi dan interval waktu pemberian POC urin kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil kualitas tanaman caisim. Selain konsentrasi pupuk cair, waktu pemberian atau interval juga harus diperhatikan agar sesuai dengan jumlah kebutuhan tanaman.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2024 berlokasi di Greenhouse yang berada di Jl. Joyo Agung Ds. Merjosari Kec. Lowokwaru Kota Malang. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yaitu konsentrasi POC dan interval waktu pemberian POC, masing-masing factor terdiri dari P1= 25 ml/L, P2= 50 ml/L, P3= 75 ml/L, P4=100 ml/L dan B1¬= 2 hari, B2= 4 hari, B3= 6 hari. Terdiri 4 perlakuan yang masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan, pada setiap unit perlakuan terdapat 4 sampel tanaman per ulangan, sehingga terdapat 144 tanaman.
konsentrasi dan interval waktu pemberian POC urine kelinci terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas tanaman sawi caisim berpengaruh nyata pada semua peubah pengamatan, hasil panen bobot segar total, bobot segar ekonomis dan kualitas tanaman yang meliputi kandungan vitamin C dan klorofil, kecuali pada peubah bobot segar akar, bobot kering total, bobot kering ekonomis, bobot kering akar dan indeks panen. P3B3 menunjukkan kecenderungan perlakuan yang baik dengan hasil nyata pada peubah pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi tanaman , jumlah daun dan luas daun, adapun hasil panen menunjukkan hasil yang nyata pada peubah bobot segar total yaitu 178,54 gram dan bobot segar ekonomis yaitu 172,83 gram. Pada hasil kualitas tanaman menunjukkan hasil yang nyata pada peubah vitamin C yaitu 97,20 ml/100 g pada perlakuan P2B2 dan peubah klorofil yaitu 167,67 mg/cm2 pada perlakuan P3B1. | en_US |