Respon Pertumbuhan Anggrek Dendrobium sp Kompot Terhadap Berbagai Media Dan Konsentrasi Nutrisi
Abstract
Anggrek dendrobium adalah jenis atau genus anggrek yang terbesar dari famili orchidaceae di dunia, setidaknya terdapat kurang lebih 2000 spesies yang tersebar. Berdasarkan cara hidupnya Sebagian besar anggrek dendrobium hidup bersifat epifit yaitu hidup pada bagian pohon seperti batang, dahan , ranting yang sudah mati atau yang masih hidup sehingga penyerapan unsur hara dari akar sangat terbatas.Media tanam sangat penting pada pertumbuhan bibit anggrek dendrobium adapun fungsinya seperti mempertahankan kelembapan dan sebagai tempat menyimpan nutrisi atau unsur hara dan air yang sangat di butuhkan oleh tanaman. anggrek dendrobium membutuhkan media yang memiliki aerasi dan drainase yang baik sehingga dapat memaksimalkan pertumbuhan akar, di antaranya media tanam anggrek yang sering di gunakan adalah cacahan pakis, kulit pinus, dan akar kadaka. MOL pupuk kandang ayam adalah pupuk yang berasal dari kotoran ayam yang sudah di fermentasi beberapa minggu. Penggunaan kotoran ayam sebagai pupuk anggrek dendrobium di karenakan kotoran ayam memiliki kandungan unsur hara makro dan unsur hara mikro yaitu Zn, Cu, Mo, Co, Ca, Mg dan Si yang baik untuk pertumbuhan tanaman khususnya tanaman anggrek dendrobium.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu : faktor 1 perlakuan jenis media tanam yang terdiri dari 3 level yaitu media pakis, kulit pinus, dan akar kadaka. Faktor yang ke 2 adalah perlakuan dengan konsentrasi nutrisi yang terdiri dari 4 level yaitu AB mix, 10 ml/L MOL pupuk kandang ayam, 20 ml/L MOL pupuk kandang ayam, dan 30 ml/L MOL pupuk kandang ayam. Perlakuan di ulang 3 ulangan dengan 3 sampel tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F taraf 5%, apabila terjadi pengaruh nyata antar perlakuan maka di lanjutkan dengan uji DMRT taraf 5%. Parameter pengamatan yang di amati antara lain: persentase pertambahan panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, persentase pertambahan jumlah akar, diameter batang, persentase pertambahan berat segar tanaman, jumlah anakan, kapasitas penyimpanan air (KPA).
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata pada perlakuan media tanam dan konsentrasi nutrisi pada variabel pengamatan jumlah daun umur 40 HST, persentase pertambahan panjang tanaman, persentase pertambahan jumlah akar, dan persentase pertambahan berat segar tanaman perlakuan M3K1 merupakan perlakuan yang baik dibanding perlakuan yang lain. Perlakuan terbaik adalah M3K1 ( Akar kadaka + 10ml MOL pupuk kandang ayam), di karenakan Media akar kadaka (M3) memiliki fungsi dapat mengatur kelembapan pada bagian akar, dan dapat mengikat air yang tinggi atau bisa di bilang memiliki daya serap yang tinggi sehingga tidak mudah lapuk, hal ini membantu pertumbuhan tanaman dengan baik. Konsentrasi MOL pupuk kandang ayam 10 ml/L memberikan pengaruh yang baik, karena mengandung unsur hara makro dan mikro yang di butuhkan tanaman. hal ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam dalam bentuk cair yaitu MOL mempengaruhi pertumbuhan tanaman anggrek secara nyata. Pada pengaruh perlakuan jenis media tanam dan konsentrasi nutrisi terdapat interaksi nyata dengan nilai perlakuan baik ada pada perlakuan M3K1 (Akar kadaka + 10ml MOL pupuk kandang ayam) pada variabel pengamatan persentase pertambahan panjang tanaman, persentase pertambahan jumlah akar, persentase pertambahan berat segar tanaman anggrek dendrobium. Media tanam yang terbaik untuk perumbuhan tanaman anggrek dendrodium adalah media akar kadaka (M3). Pada konsentrasi MOL pupuk kandang ayam perlakuan K1 (10 ml.L) merupakan perlakuan yang baik.
