Respon Pertumbuhan Bibit Tanaman Anggrek (Dendrobium sp.) Compot Terhadap Pemberian Nutrisi Pada Berbagai Jenis Media Tanam Dengan Sistem Talang
Abstract
Tanaman anggrek merupakan jenis tanaman hias yang cukup populer di masyarakat karena keanekaragaman dan keindahan warna bunganya. Dibalik keindahannya tanaman anggrek memiliki nilai jual yang tinggi dan keunggulan sebagai bunga potong maupun bunga pot. Tahun 2016-2018 produksi dan harga jual anggrek di Indonesia mengalami fluktuasi. Tercatat pada tahun 2016-2018 naik sebesar 23,65% dan pada tahun 2019-2020 turun sebesar 37,22%.
Penurunan nilai jual pada tanaman anggrek dapat disebabkan karena penurunan hasil panen akibat serangan hama atau patogen penyebab penyakit pada tanaman anggrek serta kondisi lingkungan yang tidak sesuai dengan syarat tumbuh tanaman anggrek sehingga perlu adanya upaya meningkatkan produksi tanaman anggrek dengan menyediakan lingkungan tumbuh yang baik seperti penggunaan media tanam yang tepat. Media tanam yang dapat digunakan untuk anggrek adalah seperti akar pakis, kulit pinus, dan arang, selain media tanam pemberian nutrisi juga sangat penting untuk pertumbuhan tanaman anggrek Dendrobium sp. Salah satu pupuk yang dapat digunakan adalah pupuk kandang ayam karena memiliki kandungan unsur hara (N) yang cukup tinggi sihingga dapat mendukung pertumbuhan tanaman.
Penelitian ini dilaksanakan di Kota Malang, Jawa timur, Indonesia dimulai pada bulan Januari hingga April 2024 dengan suhu tempat rata-rata 31°C dan kelembapan 41 - 70 %, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor.
Faktor 1 konsentrasi nutrisi (K0: AB Mix standar 10 ml/liter, K1: pupuk kandang ayam 10 ml/liter, K2: pupuk kandang ayam 20 ml/liter, K3: pupuk kandang ayam 30 ml/liter) dan faktor 2 media tanam (M1: pakis, M2: kulit pinus, M3: arang), setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali dengan total 36 tanaman.
Variabel pengamatan pada penelitian ini meliputi: persentase panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, persentase pertamabahan jumlah akar, diameter batang, dan persentase pertambahan bobot segar tanaman.
Berdasarkan analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa interaksi antar perlakuan jenis media tanam dan konsentrasi nutrisi memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap semua variabel pengamatan pertumbuhan tanaman anggrek Dendrobium sp. sedangkan pada hasil uji ragam secara terpisah, terdapat pengaruh pada dua variabel yaitu luas daun yaitu pada perlakuan media M1 (akar pakis) pada pengamatan 50 hst dan diameter batang di mana terjadi pengaruh yang nyata dari perlakuan konsentrasi nutrisi pada pengamatan 30 sampai 60 hst. Serta perlakuan media M1 (akar pakis) pada pengamatan 40 samapi 70 hst.
Didapatkan pada penelitian ini perlakuan pemberian POC kotoran ayam pada tanaman anggrek menjukan hasil tidak berbeda nyata dengan pemberian pupuk AB mix, bahkan cenderung lebih baik terhadap fase pertumbuhan bibit anggrek Dendrobium sp. Dengan kata lain POC kotoran ayam dapat digunakan sebagi pengganti pupuk AB mix.
