Aplikasi Foliar Nano Kompos Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.)
Abstract
Tanaman pakcoy merupakan sayuran yang digemari semua kalangan masyarakat Indonesia, selain rasa yang manis, kandungan gizi dan vitamin yang ada di dalam sayuran pakcoy menjadi salah satu alasan mengapa sayuran ini sangat disukai oleh masyarakat. Peningkatan produksi pakcoy harus dilakukan mengingat daya minat masyarakat yang tinggi, namun beberapa kendala sering dihadapi para petani sayuran. Salah satunya adalah penggunaan pupuk kimia berlebih serta pengaplikasian pupuk yang kurang tepat dengan cara yang masih konvensional. Penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang menyebabkan kadar bahan organik dalam tanah menurun, struktur tanah rusak, dan pencemaran lingkungan. Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan pemberian pupuk organik salah satunya ialah pupuk kompos. Namun permasalahan dalam menggunakan pupuk organik adalah kebutuhan dosis yang cukup tinggi yaitu berkisar 5-10 ton/ha sehingga dibutuhkan solusi lain untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan menerapkan nano teknologi dalam pembuatan pupuk organik yaitu dengan teknologi nano. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi foliar pupuk nano kompos dan untuk mengetahui konsentrasi terbaik pemberian nano kompos terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy.
Penelitian ini dilaksanakan di rumah plastik yang beralamatkan di Dusun Tebelo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, ketinggian tempat 450 mdpl dari bulan Maret hingga Mei 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 7 perlakuan yaitu P1 (Perlakuan pupuk anorganik urea 2 g/tanaman; SP-36 0,5 g/tanaman; KCl 0,5 g/tanaman), P2 (Perlakuan 100 ppm Nanokompos + pupuk anorganik 50% dosis P1), P3 (Perlakuan 200 ppm Nanokompos + pupuk anorganik 50% dosis P1), P4 (Perlakuan 300 ppm Nanokompos + pupuk anorganik 50% dosis P1), P5 (Perlakuan 400 ppm Nanokompos + pupuk anorganik 50% dosis P1), P6 (Perlakuan 500 ppm Nanokompos + pupuk anorganik 50% dosis P1) dan diulang 3 kali ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F taraf 5% (ANOVA). Jika terdapat pengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut dengan BNJ (Beda Nyata Jujur) taraf 5%. Parameter pengamatan yang diamati adalah: tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat segar total tanaman, berat segar ekonomis tanaman, berat kering tanaman, dan klorofil.
Hasil pemberian nano kompos dengan konsentrasi berbeda memberikan perbedaan nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy, dimana konsentrasi 100-500 ppm yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik 50% dosis rekomendasi menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman yang menyamai perlakuan pupuk anorganik 100% dosis rekomendasi, perlakuan P6 (Perlakuan 500 ppm Nanokompos + pupuk anorganik 50% dosis P1) merupakan perlakuan terbaik.
