Aplikasi Pupuk Biokompleks Dan Lama Induksi Siplo Terhadap Pertumbuhan Dan Kualitas Hasil Tanaman Mentimun Jepang (Cucumis sativus L. var. Japanese.)
Abstract
Penurunan produktivitas tanaman mentimun dikarenakan usaha budidaya petani yang kurang maksimal, hama penyakit yang menyerang tanaman mentimun, kondisi lingkungan yang kurang sesuai, pemupukan berlebihan dengan pupuk anorganik dan dilakukan secara terus menerus tanpa dosis yang tepat sehingga menyebabkan mengalami penurunan kualitas kesuburan tanah. Biokomplek adalah pupuk hayati organik yang mengandung banyaknya unsur hara seperti unsur hara N, unsur hara P dan unsur hara K di karenakan biokomplek mengandung berbagai macam koposisi seperti kotoran kambing, vermikompos, seresah daun, dan kandungan kapur dolomit. Aplikasi SIPLO bertujuan untuk pengelolaan lahan dengan pemanfaatan potensi lokal, menjaga kesehatan ekosistem tanah, tanaman, dan air melalui perbaikan teknik budidaya yang ramah lingkungan pada penekanan tata kelola udara, air, nutrisi, dan energi dengan mempertimbangkan dua aspek, yaitu social dan ekonomi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola interaksi dosis pupuk biokomplek dan lama induksi SIPLO terhadap pertumbuhan dan kualitas hasil tanaman mentimun jepang (Cucumis sativus L. var. Japanese.) dan mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk biokomplek dan lama induksi SIPLO yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kualitas hasil tanaman mentimun jepang (Cucumis sativus L. var. Japanese.)
Penelitian ini dilaksanakan di Jl. Joyo Agung Ds. Merjosari Kec. Lowokwaru Kota Malang dan Laboratorium Pertanian Universitas Islam Malang dengan ketinggian lahan ± 680 mdpl. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20 Desember 2023 – 26 Februari 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama macam dosis pupuk biokomplek (5 ton/ha; 10 ton/ha dan 15 ton/ha), Faktor dua lama induksi SIPLO (30, 60 dan 90 menit/minggu). Terdapat 9 kombinasi perlakuan, diulang 3(tiga) kali. Data yang telah di peroleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis ragam uji F (ANOVA) dengan taraf 5%.
Hasil dari penelitian ini pada variabel luas daun umur 30 HST, klorofil, vitamin C dan total padatan terlarut (TPT) terdapat interaksi. Untuk mendapatkan TPT yang baik, dosis optimum pupuk biokomplek dengan lama induksi 60 menit/minggu memperoleh dosis sebesar 12,97 ton/ha dengan hasil total padatan terlarut 4,11 brix0. Pupuk biokomplek dengan dosis 15 ton/ha memperoleh hasil lebih baik terhadap parameter total bunga pertanaman, bobot kering total tanaman, bobot kering buah pertanaman, bobot buah pertanaman, jumlah buah pertanaman dan diameter buah pertanaman pada tanaman mentimun jepang dari pada dosis pupuk biokomplek 10 ton/ha dan 5 ton/ha. Lama induksi SIPLO 60 menit/minggu memperoleh hail lebih baik terhadap parameter bobot segar perbuah, bobot buah pertanaman dan indeks panen pada tanaman mentimun jepang dari pada perlakuan lama induksi SIPLO 30 menit/minggu dan 90 menit/minggu.
