Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Urine Kelinci Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi Pakcoy Dan Sawi Caisim
Abstract
Salah satu tanaman hortikultura yang populer dikonsumsi masyarakat utamanya di Asia adalah tanaman sawi. Upaya untuk meningkatkan produksi sawi adalah dengan dilakukan pemupukan. Pemupukan bertujuan untuk menambah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, sebab unsur hara yang terdapat didalam tanah tidak selalu mencukupi untuk memacu pertumbuhan tanaman secara optimal. Pupuk organik yang berbentuk cair dapat mempermudah tanaman dalam menyerap unsur-unsur hara yang terkandung didalamnya dibandingkan dengan pupuk organik berbentuk padat. Salah satu POC yang dapat dimanfaatkan adalah urin kelinci. Penggunaan urin kelinci sebagai pupuk organik cair selain bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah, juga dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan dalam kegiatan usaha tani bahkan dapat menambah pendapatan peternak.
Penelitian ini berlangsung selama tiga bulan dimulai dari bulan Juni hingga Agustus 2023 di lahan terbuka yang berletak di Jalan Telaga Warna Blok F, Tlogomas, Kota Malang Jawa Timur. Dengan luas lahan 7,5 x 17 m3 dan ketinggian tempat 600-800 Mdpl. Suhu udara rata-rata 24,2 oC dan kelembaban udara rata-rata 74% - 82%. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua factor. Dari dua faktor tersebut diperoleh 10 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 30 unit percobaan dan setiap ulangan terdapat 3 sampel tanaman, sehingga diperoleh total 90 sampel tanaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara konsentrasi POC dengan perlakuan jenis tanaman sawi. Jenis tanaman sawi pakcoy dengan konsentrasi POC 50 mL.L-1 menunjukkan perlakuan terbaik pada variabel pertumbuhan dan hasil tanaman, sedangkan pada sawi caisim menunjukkan hasil bahwa sawi caisim dengan konsentrasi POC 150 mL.L-1 menunjukkan perlakuan yang baik.
Perlakuan pemberian berbagai konsentrasi POC urin kelinci menunjukkan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, klorofil, bobot segar akar, dan bobot kering akar di mana pemberian ¬konsentrasi POC 50 mL.L-1 menunjukkan perlakuan terbaik pada variabel pertumbuhan dan hasil tanaman.
