Pengaruh Kombinasi Aplikasi Elisitor, Kompos Yang Diperkaya Dengan Nano Partikel Seng Oksida (Zno) Dan Pupuk Npk Terhadap Pertumbuhan, Hasil Dan Kualitas Gabah Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Varietas Inpari 32
Abstract
Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas tanaman pangan utama di Indonesia, karena 90% penduduk Indonesia mengkonsumsi beras sebagai bahan makanan pokok yang sangat sulit digantikan oleh bahan pokok lainnya. Seiring bertambahnya jumlah penduduk Indonesia, yang diikuti oleh peningkatan permintaan pangan beras menjadi masalah utama yang dihadapi pemerintah dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan nasional. Budidaya tanaman padi secara umum dilakukan sistem konvesional, dimana dalam jangka panjang memberikan dampak negatif terhadap lingkungan yaitu meningkatnya emisi karbon ke atmosfer, perubahan iklim, degradasi ekosistem, menurunnya kualitas tanah dan air. Dalam menghadapi permasalahan yang timbul akibat penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dan rendahnya efesiensi penggunaan usur hara, serta menurunya ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman padi, muncul pemikiran untuk menggunakan pupuk organik yang diperkaya dengan bahan nanopartikel. Ketergantungan terhadap pupuk kimia telah menimbulkan terjadinya kelangkaan pupuk dan tingginya harga pupuk yang mengakibatkan biaya produksi pertanian meningkat. Oleh karena itu perlu dicari solusi dari berbagai permasalahan yang terjadi dalam sistem produksi pertanian. Beberapa tahun ini telah ditemukan salah satu solusi meningkatkan efisiensi produksi pertanian ditengah situasi tingginya harga pupuk dan pestisida oleh seorang petani asal Blitar yaitu dengan menggunakan Biosaka. Biosaka pada dasarnya adalah senyawa elisitor yang merupakan molekul signal yang memacu terbentuknya metabolisme di dalam kultur sel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi pemerian elisitor, kompos yang diperkaya nano partikel ZnO dan pupuk NPK. Mengetahui pengaruh pemberian elisitor dan pemberian kompos yang diperkaya nano partikel ZnO secara terpisah terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas gabah tanaman padi varietas Inpari 32.
Penelitian ini dilaksanakan di Green House yang berlokasi di Dusun Tebelo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang Jawa Timur. Penelitian ini dimulai pada bulan April 2024 - September 2024. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan cara menanam tanaman pada kotak penanaman yang disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan Petak Utama (PU) yang terdiri dari dua level yaitu; (E0) Tanpa Elisitor dan (E1) Dengan Elisitor. Terdapat 6 macam perlakuan meliputi P0 (kontrol), P1 (NPK 100%), P2 (kompos 500 g + NPK 50%), P3 (kompos 500 g + ZnO 50 mg/kg + NPK 50%), P4 (kompos 500 g + NPK 25%), dan P5 (kompos 500 g + ZnO 50 mg/kg + NPK 25%). Dari dua faktor tersebut diperoleh 12 kombinasi perlakuan. Setiap kombinasi perlakuan ini diulang 3 kali sehingga diperoleh 12 kotak perlakuan. Setiap kotak penanaman terdapat 6 tanaman sebagai sampel. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah batang, jumlah daun, luas daun, jumlah batang produktif, jumlah malai per rumpun, bobot malai per rumpun, jumlah gabah isi, jumlah gabah hampa, jumlah total gabah %, bobot segar gabah per rumpun, indeks panen dan potensi hasil panen (ton/ha).
Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa, Terdapat interaksi yang nyata antara pemberian elisitor dan perlakuan macam pemupukan yang berasal dari kombinasi kompos yang diperkaya nano partikel ZnO dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas gabah tanaman padi varietas Inpari 32, dimana perlakuan E1P5 (elisitor + kompos + ZnO-NPs + pupuk NPK 25%) memberikan hasil yang terbaik. Secara terpisah pemberian elisitor menghasilkan pertumbuhan, hasil dan kualitas gabah tanaman padi varietas Inpari 32 yang lebih baik dibandingkan dengan tanpa elisitor, dan kombinasi pupuk kompos yang diperkaya nanopartikel ZnO dan pupuk NPK 25% memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan, hasil dan kualitas gabah tanaman padi varietas Inpari 32.
