Strategi Pemasaran Produk Buah Strawberry (Study Kasus: Strawberry Akarlebat Group, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji,Kota Batu)
Abstract
Pertanian Indonesia terdiri dari berbagai macam subsektor, antara lain subsektor tanaman pangan, subsektor peternakan, subsektor perikanan, subsektor perkebunan, dan subsektor kehutanan. Strawberry di Indonesia pada tahun 2012 mengalami perkembanagan produksi sebesar 169.796. Namun pada tahun 2014 mengalami penurunan produksi 34.83%, dimana jumlah produksi tahun 2014 sebanyak 58.882 ton (Firdausi, 2020). Permasalahan yang sering dihadapi petani strawberry sebagai produsen sekaligus pihak penerima (price taker) dalam posisi tawar-menawar sering tidak seimbang. Seringkali petani dikalahkan dengan kepentingan pedagang yang lebih dahulu mengetahui harga. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Menganalisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman dalam strategi pemasaran buah Strawberry di Akarlebat Group. (2)Menganalisis strategi pemasaran buah strawberry di Akarlebat Group.
Metode yang digunakan yaitu metode campuran (mix method). Mix method adalah metode penelitian dengan mengkombinasikan antara dua pilihan sekaligus kualitatif dan kuantitatif dalam suatu penelitian (Sugiyono,2011). Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling. Lokasi penelitianyang dipilih di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiji, Kota Batu tepatnya di tempat Akarlebat Group. Proses pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret 2025. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah pemilik, karyawan, dan pengunjung / konsumen Akarlebat Group sejumlah 66 sampel kemudian memperoleh data 66 sampel yang diolah. Dengan sejumlah 23 pernyataan dengan rangkaian meliputi internal 7P & faktor eksternal mikro makro. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, pembagian kuisioner, dan dokumentasi kemudian diolah dan dianalisis lingkungan internal dan eksternal, strategi pemasaran,analisis SWOT, Matriks IFAS, Matriks EFAS, Analisis matriks SPACE, dan matriks SWOT.
Hasil analisis berdasarkan perhitungan matriks IFAS tampaknya faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan terdapat kekuatan terpenting yaitu Berdasarkan hasil pada matriks Internal Faktor Analisis Summary (IFAS), dapat diketahui bahwa yang menjadi kekuatan utama dari perusahaan Akarlebat Group adalah Buah strawberry yang dijual di Akarlebat Group berkualitas dengan total skor 0,33. Informasi mudah di dapatkan di media sosial Akarlebat Group dengan total skor 0,32. Adapun kelemahan utama dari Akarlebat Group berdasarkan hasil matriks IFAS adalah Buah strawberry di Akarlebat Group memiliki kesegaran yang tahan lama jika didalam mesin pendingin dengan skor total 0,29. total skor analisis IFAS adalah 4,46 hal ini termasuk kategori cukup, karena total skor berada diatas 2,50 menandakan faktor strategis internal yang cukup. Hasil analisis matriks EFAS menunjukan bahwa total skor IFAS yaitu 3,36. Berdasarkan analisis matriks EFAS tersebut bahwa peluang utama perusahaan dengan skor total sebesar 0,61 adalah Daerah kota wisata batu merupakan kota wisata yang meningkatkan penjualan. Ancaman yang terdapat dalam perusahaan Akarlebat Group sesuai dengan matriks EFAS adalah Banyak penjual strawberry yang sejenis di Kota Batu dengan skor total sebesar 0,55. total skor analisis EFAS adalah 4,36 hal ini termasuk kategori cukup, karena total skor berada diatas 2,50 menandakan faktor strategis eksternal yang cukup. Dalam hal ini Akarlebat Group mampu memanfaatkan peluang untuk mengatasi ancaman.
Melalui perhitungan kuadran matriks SWOT strategi pemasaran Akarlebat Group berada pada kuadran I, dimana pertemuan faktor internal (strengths-weaknesses) dengan faktor eksternal (opportunities-threats) terdapat pada koordinat (2,92 : 1,19). strategi yang diterapkan adalah SO, yaitu menggunakan seluruh kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Maka dalam penelitian ini strategi yang dirokemndasikan pada pemasaran buah strawberry di Akarlebat Group merupakan strategi yang sesuai dengan kondisi ini adalah kebijakan strategi agresif (growth oriented strategy) yaitu strategi yang menggunakan semua kekuatan yang ada untuk memanfaatkan semua peluang, yaitu Menawarkan produk buah strawberry yang berkualitas dengan harga dan kemampuan daya beli sesuai dengan konsumen (S1, S2, S3, S4, S7, O1, O2,O4) dan memanfaatkan teknologi media social dan marketplace didukung penataan kebun untuk konsumen yang akan melakukan pembelian di tempat (S5, S6, S8, S12,O3).
Saran – saran yaitu Akarlebat Group meningkatkan penjualan dengan melakukan promosi baik itu secara online maupun offline agar dapat menstabilkan penjualannya. Akarlebat Group memaksimalkan potensi daerah kota wisata sebagai bahan untuk meningkatkan penjualan. Akarlebat Group disarankan untuk menggunakan teknologi on-farm untuk meningkatkan kualitas buah strawberry untuk memenuhi minat pasar. mempertahankan kekuatan yang dimiliki untuk memaksimalkan peluang dengan menganalisis IFAS kekuatan kelemahan dan EFAS peluang ancaman dengan mengidentifikasi dari faktor 7P. pertumbuhan melalui konsentrasi strategi growth melalui konsentrasi vertical dengan cara backward intregation.
